PROKAL.CO- Menjalani hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi, rasa percaya, perhatian, dan kedekatan emosional dari kedua belah pihak. Ketika salah satu unsur tersebut mulai berkurang, hubungan pun dapat terasa berbeda dari sebelumnya.
Perasaan tidak bahagia dalam sebuah hubungan tidak selalu disampaikan melalui perkataan secara langsung. Terkadang, kondisi tersebut justru terlihat dari perubahan sikap, cara berkomunikasi, hingga kebiasaan pasangan dalam menjalani kesehariannya.
Karena itu, perubahan kecil pada perilaku pasangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti bahwa hubungan sedang bermasalah. Namun, jika perubahan tersebut berlangsung terus-menerus, hal itu bisa menjadi alasan untuk membuka ruang komunikasi dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dilansir dari English Jagran, terdapat sejumlah tanda psikologis yang dapat berkaitan dengan ketidakpuasan seseorang dalam hubungan. Berikut enam tanda yang perlu diperhatikan:
1. Komunikasi Mulai Berkurang
Salah satu perubahan yang cukup mudah terlihat adalah menurunnya komunikasi. Pasangan yang sebelumnya aktif berbicara mungkin menjadi lebih tertutup, jarang mengajak berdiskusi, atau tidak lagi menunjukkan keinginan untuk berbagi cerita.
Jika berlangsung dalam waktu lama, berkurangnya komunikasi dapat membuat jarak emosional di antara pasangan semakin terasa.
2. Mulai Menjauh Secara Emosional
Selain komunikasi, kedekatan secara emosional juga bisa mengalami perubahan. Pasangan mungkin menjadi lebih jarang memberikan perhatian, dukungan, empati, atau menunjukkan kasih sayang seperti sebelumnya.
Kondisi tersebut dapat membuat salah satu pihak merasa kesepian meskipun secara fisik masih berada dalam hubungan yang sama.
3. Ketertarikan terhadap Berbagai Hal Menurun
Perubahan ketertarikan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Pasangan mungkin mulai kehilangan semangat terhadap hobi, kegiatan yang sebelumnya disukai, atau aktivitas yang biasanya dilakukan bersama.
Namun, perubahan minat tidak selalu disebabkan oleh masalah hubungan. Faktor lain seperti tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kondisi emosional juga dapat memengaruhinya.
4. Pertengkaran Semakin Sering Terjadi
Hubungan yang dipenuhi perselisihan berulang dapat menjadi tanda adanya persoalan yang belum terselesaikan. Perbedaan pendapat yang sebelumnya dapat dibicarakan dengan tenang mungkin berubah menjadi pertengkaran yang lebih sering.
Rasa kesal, frustrasi, atau mudah tersinggung juga dapat semakin terlihat ketika seseorang sedang merasa tidak puas dengan kondisi hubungan.
5. Kedekatan Fisik Berkurang
Menurunnya keintiman juga bisa menjadi salah satu perubahan dalam hubungan. Misalnya, pasangan menjadi lebih jarang menunjukkan kasih sayang melalui sentuhan, pelukan, atau bentuk kedekatan fisik lainnya.
Meski begitu, perubahan dalam keintiman tidak otomatis berarti pasangan sudah tidak mencintai Anda. Kondisi kesehatan, stres, kelelahan, hingga persoalan pribadi juga dapat memengaruhi keinginan untuk dekat secara fisik.
6. Terjadi Perubahan pada Kebiasaan
Perubahan rutinitas yang cukup mencolok juga patut diperhatikan, terutama jika muncul bersamaan dengan tanda lainnya. Misalnya, pasangan menjadi lebih tertutup, lebih sering menyendiri, atau memiliki kebiasaan baru yang tidak biasa.
Daripada langsung membuat kesimpulan, perubahan tersebut sebaiknya menjadi kesempatan untuk mengajak pasangan berbicara secara terbuka. Komunikasi yang jujur dan tidak menghakimi dapat membantu mengetahui apakah perubahan tersebut berkaitan dengan hubungan atau justru berasal dari persoalan lain.
Pada dasarnya, satu perubahan perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pasangan sedang tidak bahagia. Yang lebih penting adalah melihat pola perubahan dalam jangka waktu tertentu serta membicarakannya secara terbuka bersama pasangan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co