Musim Kemarau, Transportasi Sungai Nyaris Lumpuh di Mahulu, Warga Desak Pembukaan Jalan Darat

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:01 WIB
SAMPAIKAN: Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran (kanan); Ketua DPD Gerindra Mahulu, Novita Bulan (dua kanan); dan Anggota DPRD Mahulu, Dapil III, Martina Wau, saat audiensi dengan Wagub Kaltim, Seno Aji, di ruang kerjanya, Senin, 10 Agustus 2026. ISTIMEWA
SAMPAIKAN: Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran (kanan); Ketua DPD Gerindra Mahulu, Novita Bulan (dua kanan); dan Anggota DPRD Mahulu, Dapil III, Martina Wau, saat audiensi dengan Wagub Kaltim, Seno Aji, di ruang kerjanya, Senin, 10 Agustus 2026. ISTIMEWA

PROKAL.CO, UJOH BILANG–Musim kemarau yang kini melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) membuat Sungai Mahakam semakin surut. Tranportasi sungai pun nyaris lumpuh.

Kondisi ini memicu permasalahan distribusi barang yang terganggu. 

Imbasnya, harga bahan kebutuhan pokok melambung. Tak hanya kebutuhan pokok, distribusi bahan bakar minyak (BBM) ikut tersendat. 

Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran, mengatakan permasalahan tersebut telah disampaikan anggota DPRD kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji.

“Perwakilan anggota DPRD Mahulu dapil III sudah menyampaikan situasi dan kondisi saat ini di Mahakam Ulu, di mana terjadi kemarau yang mengakibatkan kelangkaan BBM dan mahalnya harga kebutuhan masyarakat,” kata Devung, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Musim Kemarau, Pemkab Mahulu Kirim 700 Paket Sembako untuk Operasi Pasar Murah di Long Apari

Menurutnya, Pemprov Kaltim merespons kondisi tersebut dengan menyiapkan bantuan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kaltim.

Selain bantuan untuk kebutuhan masyarakat, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan alat berat untuk membuka akses jalan menuju wilayah hulu Mahulu.

Devung menyebut, alat berat milik provinsi yang saat ini berada di Ujoh Bilang rencananya akan segera dikirim ke Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai. 

“Dalam waktu satu minggu atau dua minggu ke depan, alat-alat berat dari provinsi yang berada di Ujoh Bilang saat ini akan dikirimkan ke Kampung Long Paka, Kecamatan Long Pahangai, untuk melanjutkan pembukaan akses jalan ke Long Apari, tepatnya di Tiong Ohang,” jelasnya.

Menurut Devung, langkah tersebut menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan distribusi logistik yang selama ini menjadi tantangan masyarakat di dua kecamatan di hulu Sungai Mahakam, yakni Long Pahangai dan Long Apari.

Sebab, bantuan sembako murah maupun BBM murah hanya mampu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek. Sementara persoalan utama yang harus diselesaikan adalah keterbukaan akses transportasi yang memungkinkan distribusi barang berlangsung lebih lancar.

“Memang untuk solusi jangka pendek masyarakat membutuhkan sembako murah dan BBM murah. Tetapi itu solusi untuk jangka pendek. Sebenarnya masyarakat di dua kecamatan ini sangat membutuhkan akses jalan untuk distribusi apapun yang menjadi kebutuhan pokok mereka,” tegasnya.

Baca Juga: Kemarau di Mahulu, Transportasi Nyaris Lumpuh, Harga Beras 25 Kilogram Jadi Rp 850 Ribu

Ia menilai, terbukanya akses darat akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Distribusi BBM, sembako, material pembangunan dan berbagai kebutuhan lainnya dapat dilakukan dengan biaya yang lebih efisien. 

Dengan demikian, kebergantungan terhadap transportasi sungai yang sangat dipengaruhi kondisi pasang surut air dapat dikurangi, terutama ketika musim kemarau menyebabkan sungai tidak lagi dapat dilalui secara optimal. 

Devung menegaskan, DPRD Mahulu akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar dukungan pemerintah provinsi terhadap pembangunan akses menuju wilayah perbatasan dapat direalisasikan. 

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua DPC Gerindra Mahulu, Novita Bulan. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyuarakan keluh-kesah masyarakat di wilayah perbatasan yang kini menghadapi persoalan kelangkaan BBM, mahalnya kebutuhan pokok dan terbatasnya akses transportasi. 

Baca Juga: Resensi Novel Kiri Sampai Sini, Kisah Asmara Mahasiswa di Samarinda dengan Bumbu-Bumbu Politiknya

Bagi masyarakat Long Pahangai dan Long Apari, pembukaan akses jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur.

Jalan menjadi urat nadi yang menentukan kelancaran distribusi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. (sya/far) 

Editor : Faroq Zamzami
seno aji musim kemarau mahulu