Politikus PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka menegaskan, perjuangan rakyat Palestina bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan atas tanahnya. Karenanya, dia membantah, perang Israel dan Hamas yang terjadi saat ini, berkaitan dengan isu terorisme.
"Kemerdekan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Itu sudah jelas bunyi pembukaan UUD 1945," kata Rieke kepada JawaPos.com, Rabu (1/11).
Rieke juga menegaskan, dirinya tidak sependapat jika tragedi kemanusiaan di Gaza dianggap berpotensi membangunkan sel terorisme. Menurutnya, tragedi kemanusian itu telah menarik simpati, dan mendapat kecaman seluruh warga dunia.
"Mohon dengan segala hormat hentikan menilai tragedi kemanusiaan Gaza berpotensi membangunkan sel terorisme," tegas legislator PDIP itu.
Menurut Rieke, perjuangan kemerdekaan bagi rakyat dan bangsa Palestina merupakan bagian dari amanat konstitusi Indonesia. Selain itu, sesuai amanat para pendiri bangsa.
"Sekali lagi mohon dengan segala kerendahan hati pada siapa pun jangan menggunakan tragedi kemanusiaan di Gaza sebagai pengalihan isu. Utamanya, soal polemik konstitusi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini," ucapnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian RI meniali, perang Israel dan Hamas dapat membangkitkan sel-sel terafiliasi teroris di Indonesia. Karena polis menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai dampak eskalasi di tingkat global terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di dalam negeri.
Diketahui, sejauh ini Polri telah menangkap 59 orang terduga teroris dan akan terus mengambil langkah-langkah demi mencegah terjadinya aksi terorisme. Termasuk mengawasi secara ketat, wilayah-wilayah yang terdapat sel tidur yang terafiliasi kelompok teroris. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria