Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ini Sosok Andi Ibrahim, yang Disebut Pemimpin Jaringan Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar

Indra Zakaria • Sabtu, 21 Desember 2024 - 20:10 WIB
Para tersangka pencetakan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar. (Foto: Humas Polda Sulsel)
Para tersangka pencetakan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar. (Foto: Humas Polda Sulsel)

Praktik pencetakan uang palsu di Makassar, Sulawesi Selatan, telah terbongkar. Mirisnya, kejahatan cetak uang palsu itu dilakukan di Kampus Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar.

Polisi telah menangkap 17 orang dalam kasus tersebut. Pimpinan komplotan tersebut adalah Andi Ibrahim yang merupakan dosen sekaligus Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Kini setelah mengamankan pelaku tersebut, polisi segera memburu tiga orang lain dalam keterlibatan pencetakan uang palsu. Menurut Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, ketiga orang tersebut memiliki peran sebagai otak dan pemodal. Salah satunya bahkan sudah teridentifikasi.

Buronan tersebut berinisial ASS diketahui merupakan seorang politisi yang pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar pada 2013.

Ia juga dirumorkan akan maju pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024.“Kami akan berusaha menangkap ketiga buron tersebut dalam waktu dekat,” kata Kapolda.

Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah penggerebekan besar-besaran di lokasi pabrik uang palsu yang beroperasi secara tersembunyi di dalam kampus.

Penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Gowa telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka dalam jaringan ini.  Kapolda Sulsel menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk membongkar sindikat hingga ke akar-akarnya guna melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu.

 

PROFIL ANDI IBRAHIM

Polres Gowa dan Polda Sulawesi Selatan sudah mengumumkan 17 tersangka jaringan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar pada Kamis 12 Desember 2024. Ada satu nama yang disebut-sebut sebagai pemimpin jaringan tersebut yakni Andi Ibrahim.

Menjabat sebagai kepala perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim merupakan otak atau pelaku utama dalam praktik ilegal tersebut. Punya pendidikan lengkap sebagai seorang dosen yakni bergelar doktor lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar (2019), Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Andi Ibrahim
Andi Ibrahim

Andi Ibrahim disebut sebagai seorang dosen yang sering mengajak mahasiswa baru untuk memahami peran penting perpustakaan, dalam dunia pendidikan. Bahkan dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan literasi akademik di kampus.

Juga dikenal sebagai sosok dosen yang cukup cerdas dalam dunia akademisi. Ia sering aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik. Termasuk menjadi narasumber dalam Workshop Re-Akreditasi Perpustakaan yang digelar beberapa kota.

Sebagai seorang dosen Andi Ibrahim punya penghasilan yang mapan. Apalagi sudah berstatus dosen pegawai negeri sipil (PNS) di kampus UIN Alauddin Makassar (UIN).

Sebagai dosen PNS UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim berada di bawah naungan Kementerian Agama atau Kemenag. Menerima gaji setiap bulannya di kisaran Rp 7 juta sampai Rp 10 juta.

Juga memperoleh penghasilan tambahan dari sertifikasi dosen, serta biaya hibah penelitian. Dosen juga masih bisa mendapatkan penghasilan dengan menjadi pembicara atau pengisi workshop, penulis buku, peneliti, penulis modul praktikum, pengoreksi soal ujian, penguji sidang akhir, pembimbing mahasiswa tugas akhir, dan pembimbing mahasiswa PKL (praktek kerja lapangan).

Baca Juga: Jaringan Uang Palsu UIN Alauddin Makassar: Mengedarkan Sejak 2010, Mesin Berasal dari Cina Dibeli Rp 600 juta

Seperti diketahui Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, bikin heboh Indonesia. Polres Gowa telah mengungkap jaringan pengedar uang palsu.

Dalam pengungkapan tersebut, kepolisian berhasil menyita uang palsu senilai Rp 446,7 juta dalam pecahan Rp 100.000 serta mesin cetak yang digunakan untuk memproduksi uang tersebut. Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Andi Ibrahim, diduga merupakan otak dari pabrik uang palsu di kampus pelat merah tersebut. (*)


Berikut pendidikan dan karir akademik Andi Ibrahim:

- S3 di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar (2019)

- S2 di Universitas Negeri Malang (2002)

- Sarjana Sastra dari Universitas Indonesia (1998) 

- Sarjana Agama dari UIN Alauddin Makassar (1995) 

- Dosen bergelar doktor di Jurusan Ilmu Perpustakaan

Editor : Indra Zakaria
#uang palsu #UIN Alauddin Makassar