PROKAL.CO- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) membawa kabar gembira bagi masa depan pelayanan haji tanah air. Proyek ambisius bertajuk Hajj Complex atau Kompleks Haji di Makkah, Arab Saudi, kini memasuki babak baru dengan dijadikannya Kawasan Thakher sebagai fondasi utama pengembangan. Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan ekosistem layanan yang mandiri, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi jemaah asal Indonesia.
Kawasan Thakher, yang terletak hanya sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram, saat ini sudah mengoperasikan Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar di tiga menara. Namun, ini barulah permulaan. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa kawasan seluas 4,4 hektare ini akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 6.000 kamar. Dengan kapasitas tersebut, kompleks ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 22.000 jemaah, atau setara dengan 10 persen dari total kuota haji Indonesia setiap tahunnya.
Visi Danantara tidak berhenti pada penyediaan tempat tidur semata. Pengembangan ini difokuskan pada pembangunan ekosistem lengkap yang mencakup pusat ritel, dukungan logistik, hingga fasilitas komersial lainnya. Dengan memiliki basis aset sendiri di Makkah, pemerintah Indonesia melalui Danantara berharap dapat memberikan jaminan akomodasi yang lebih pasti dan berkualitas bagi para tamu Allah di masa depan.
Secara paralel, Danantara juga tengah bergerak aktif dalam proses lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). Keterlibatan ini bertujuan untuk menjajaki peluang penguasaan lahan di titik-titik strategis lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas ibadah. Pendekatan selektif dan kajian menyeluruh dilakukan agar setiap investasi yang dikucurkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lintas generasi.
Proyek monumental ini ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pengembangan lanjutan pada tahun 2026 ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, tambahan hotel dan fasilitas pendukung lainnya diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2029. Kehadiran Hajj Complex ini diharapkan menjadi solusi permanen atas tantangan akomodasi yang kerap dihadapi setiap musim haji, sekaligus menegaskan kehadiran investasi strategis Indonesia di kancah internasional. (*)
Editor : Indra Zakaria