Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gaji Bripda Rio Selama Jadi Tentara Rusia, Uang Kontrak Rp400 Juta, Sebulan Digaji Rp42 Juta

Redaksi Prokal • 2026-01-17 17:01:20
M Rio
M Rio


JAKARTA – Di balik hebohnya kabar Bripda Rio, anggota Brimob Aceh yang diduga membelot menjadi tentara Rusia, terselip fakta mengenai iming-iming fasilitas finansial yang sangat besar. Berdasarkan informasi yang beredar di jagat maya, keputusan nekat tersebut diduga kuat berkaitan dengan paket kompensasi luar biasa yang ditawarkan untuk bertempur di wilayah konflik Donbas.

Daya tarik utama yang menjadi sorotan adalah nilai kontrak pertama atau bonus tanda tangan yang mencapai angka Rp 400 juta. Dana tersebut merupakan pembayaran tunai yang diterima di awal masa tugas, sebuah angka yang jauh melampaui tabungan rata-rata prajurit di kelasnya. Tidak hanya itu, pendapatan rutin bulanan yang dijanjikan juga sangat mencolok, yakni sebesar Rp 42 juta per bulan. Jika disandingkan dengan penghasilan resmi seorang Bripda di tanah air, nilai ini berlipat ganda hingga sepuluh kali lipat.

Selain aspek finansial, Bripda Rio juga terlihat mendapatkan fasilitas perlengkapan tempur standar garda terdepan. Dalam dokumentasi yang viral, ia nampak dilengkapi dengan senjata serbu legendaris jenis AK-47 serta perlengkapan proteksi berupa helm taktis dan tas carrier berkapasitas besar. Foto tersebut juga menunjukkan fasilitas pakaian lapangan yang mumpuni untuk menghadapi iklim ekstrem, mengingat ia bertugas di tengah hamparan salju tebal yang menyelimuti daratan Eropa Timur.

Fasilitas mewah ini memberikan gambaran bagaimana pihak militer di sana berupaya menarik minat personel asing dengan jaminan kesejahteraan yang tinggi. Meski demikian, fasilitas tersebut berbanding lurus dengan risiko maut yang dihadapi, di mana ia harus siap sedia diterjunkan ke garis depan peperangan di bawah suhu udara yang sangat rendah. Hal inilah yang memicu pro dan kontra di kalangan netizen, yang mempertanyakan apakah fasilitas uang ratusan juta tersebut sepadan dengan risiko nyawa di medan laga.(*)

Editor : Indra Zakaria