Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Usai Gaduh "Kartu Sakti", Ibu Bhayangkari yang Viral Pamer Lolos Razia Akhirnya Minta Maaf

Redaksi Prokal • 2026-02-08 11:07:03
video permintaan maaf ibu bhayangkari usai videonya menunjukkan kartu sakti saat razia viral di media sosial. (INSTAGRAM)
video permintaan maaf ibu bhayangkari usai videonya menunjukkan kartu sakti saat razia viral di media sosial. (INSTAGRAM)

 

PROKAL.CO- Tak butuh waktu lama setelah videonya menjadi perbincangan hangat di jagat maya, RA, seorang anggota Bhayangkari yang viral karena memamerkan "kartu sakti" saat razia, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @vh*a_walli******, pada Sabtu (7/2/2026), istri dari Bripka RW tersebut menyatakan penyesalannya. Ia menyadari bahwa tindakan memamerkan identitas organisasi di media sosial telah memicu kegaduhan dan memberikan citra negatif.

"Saya RA, istri dari Bripka RW, secara sadar memohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh," ungkapnya dalam video permohonan maaf tersebut.

RA menegaskan bahwa tindakannya tersebut tidak bermaksud untuk menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari maupun institusi Polri. Ia mengaku hanya terbawa suasana dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

Kronologi Kejadian Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan RA tengah berkendara dan terjaring razia kepolisian di kawasan Bundaran Tugu Juang. Dalam video tersebut, ia tampak percaya diri menunjukkan sebuah kartu yang diduga merupakan kartu anggota Bhayangkari ke arah kamera.

"Kena razia guys, keluarkan kartu sakti," tulisnya dalam keterangan video viral tersebut. Ia juga menceritakan bagaimana petugas Polantas bereaksi saat melihat kartu tersebut, hingga akhirnya ia menunjukkan kelengkapan surat kendaraan seperti SIM yang masih berlaku.

Aksi pamer "hak istimewa" ini sontak menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mempertanyakan etika penggunaan atribut instansi untuk kepentingan pribadi serta profesionalisme petugas di lapangan dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Dengan adanya permohonan maaf ini, diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh anggota keluarga besar institusi negara untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga marwah organisasi di mata publik.(*)

Editor : Indra Zakaria