Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe Seret 15 Tersangka, Persipura Resmi Ajukan Banding Lawan Sanksi PSSI

Redaksi Prokal • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:45 WIB
Pasca kerusuhan di Stadion Lukas Enembe.
Pasca kerusuhan di Stadion Lukas Enembe.

JAYAPURA — Kerusuhan mengerikan yang pecah pasca-laga panas antara Persipura Jayapura menjamu Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe kini memasuki babak baru yang semakin pelik. Pihak Kepolisian Daerah Papua bergerak cepat dengan menetapkan sedikitnya 15 orang sebagai tersangka atas insiden mencekam dalam laga play-off promosi Championship tersebut. Kericuhan massal itu tidak hanya merusak fasilitas olahraga, tetapi juga memicu rentetan tindak kriminalitas di sekitar area stadion.

Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengungkapkan bahwa aparat awalnya mengamankan 41 orang pasca-kejadian. Setelah melalui pemeriksaan intensif, 15 orang resmi naik status menjadi tersangka, sementara sisanya dipulangkan dengan syarat wajib lapor. Skala kerusuhan ini terbukti masif dengan masuknya 74 laporan polisi yang mencakup aksi pengeroyokan, penganiayaan, perusakan, hingga pemanfaatan situasi lewat pencurian kendaraan bermotor. Menariknya, hasil investigasi menunjukkan para perusuh ini bergerak secara sporadis, tidak saling berkaitan, serta memiliki latar belakang usia dan wilayah tinggal yang berbeda-beda.

Di saat proses hukum pidana terus menggelinding, manajemen Persipura Jayapura justru harus menerima pukulan telak dari otoritas sepak bola tertinggi tanah air. Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan sanksi super berat berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama satu musim penuh. Hukuman tanpa ampun ini langsung memicu reaksi keras dan penolakan total dari manajemen tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengajukan banding demi membatalkan vonis membunuh karier klub tersebut. Pria yang akrab disapa BTM ini menilai sanksi satu musim tanpa penonton terlalu kejam karena dipastikan bakal menghancurkan urat nadi finansial klub serta meruntuhkan mental bertanding para pemain di lapangan.

Manajemen Persipura menilai Komdis PSSI tidak melihat secara jeli dan objektif mengenai fakta di lapangan. BTM mengklaim bahwa panitia pelaksana bersama aparat keamanan sudah menjalankan prosedur pengamanan dengan sangat baik, terbukti dengan aman dan selamatnya seluruh perangkat pertandingan serta pemain lawan tanpa luka sedikit pun. Kini, di tengah upaya kepolisian memburu aktor intelektual kerusuhan, publik sepak bola Papua hanya bisa berharap proses banding di PSSI kelak melahirkan keputusan yang lebih bijak bagi nasib masa depan Persipura. (*)

Editor : Indra Zakaria
#persipura