Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi di Kebun Sawit: Diduga Diserang Buaya Saat Bersihkan Badan, Buruh Panen di Batu Engau Tewas Kehabisan Darah

Redaksi Prokal • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:16 WIB
Polisi memeriksa tempat kejadian perkara.
Polisi memeriksa tempat kejadian perkara.

 
TANA PASER – Nasib nahas menimpa seorang buruh panen kelapa sawit bernama Ramadhani (33). Warga asal Desa Kerang Dayo, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan perkebunan sawit Blok P14 PT Sinar Alam Niaga Raya, Desa Langgai, Kecamatan Batu Engau. Korban diduga kuat tewas mengenaskan akibat serangan buaya muara saat sedang beraktivitas di dekat aliran air.

Peristiwa tragis ini bermula ketika korban dilaporkan tidak kunjung kembali ke barak karyawan setelah menyelesaikan tugasnya. Gelagat tidak biasa ini memicu kekhawatiran dari rekan-rekan kerjanya. Dua rekan korban akhirnya berinisiatif melakukan pencarian menyusuri jalur yang dilewati korban dan terkejut bukan main saat menemukan Ramadhani sudah tergeletak kaku tak sadarkan diri di tepi parit atau sungai kecil di dalam area perkebunan.

Kapolsek Batu Engau, AKP Hadi Purwanto, mengonfirmasi insiden tersebut. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta pemeriksaan fisik pada tubuh korban, indikasi keterlibatan predator air tersebut sangat kuat.

“Korban ditemukan di tepi sungai atau parit kecil dengan luka serius pada bagian kaki kanan. Berdasarkan hasil pengecekan awal dan informasi saksi, terdapat dugaan korban mengalami serangan buaya,” terang AKP Hadi Purwanto.

Sebelum dinyatakan hilang, Ramadhani diketahui sempat beristirahat dan makan siang. Petugas menduga, usai menyantap makanannya, korban beranjak menuju aliran sungai kecil tersebut dengan maksud untuk membersihkan badan dari sisa-sisa peluh setelah memanen sawit.

Nahas, keberadaan korban diduga telah diintai oleh buaya yang mendiami parit kebun tersebut. Hingga petang menjelang malam, korban tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya di mes karyawan. Begitu ditemukan oleh rekannya, tubuh korban langsung dievakuasi secara darurat ke barak. Namun, karena kondisi luka robek yang sangat parah, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi.

Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian korban adalah akibat syok traumatik dan kehilangan darah dalam jumlah yang sangat banyak dari luka gigitan di kaki kanannya.

Menanggapi musibah memilukan ini, pihak keluarga Ramadhani menyatakan telah ikhlas. Mereka menganggap peristiwa ini sebagai murni kecelakaan kerja akibat faktor alam dan secara resmi menolak untuk dilakukan prosedur visum lanjutan terhadap jenazah.“Keluarga korban menerima kejadian ini dan tidak menghendaki proses visum,” jelas Kapolsek Batu Engau.

Jasad korban langsung dibawa oleh pihak keluarga dan telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bai Jaya, Kecamatan Batu Engau. Berkaca dari insiden berdarah ini, pihak Kepolisian Sektor Batu Engau mengeluarkan peringatan keras dan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya para buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang areanya bersinggungan langsung dengan rawa atau parit alam. Para pekerja diminta untuk tidak beraktivitas sendirian di dekat air dan selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat satwa liar seperti buaya kerap berpindah tempat dan mencari mangsa di sepanjang saluran air perkebunan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#buaya