TANA PASER — Sebuah temuan mengejutkan datang dari pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik baru jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Paser. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa masih ada siswa yang telah duduk di bangku sekolah menengah namun belum memiliki kemampuan dasar literasi dan numerasi secara optimal, bahkan beberapa di antaranya didapati belum lancar membaca serta berhitung.
Kondisi ini langsung memicu perhatian serius dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Kaltim, Ardiansyah, menegaskan bahwa kesenjangan kompetensi akademik antarsiswa baru ini menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan melalui program pendampingan khusus pada tahun ajaran baru ini.
Ardiansyah membeberkan bahwa hasil TKA memperlihatkan jurang pemisah yang cukup lebar di antara para siswa. Di satu sisi, terdapat siswa baru yang berhasil memperoleh nilai sangat tinggi, namun di sisi lain, masih ada siswa dengan kemampuan dasar yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan bimbingan intensif agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
"Di SMA masih ada siswa yang kurang lancar membaca, kemampuan literasinya masih rendah, kemudian kemampuan menghitungnya juga belum maksimal. Karena melihat hasil TKA kita, walaupun ada yang nilainya tinggi, tetapi ada juga yang terendah. Ke depan kemampuan ini harus bisa lebih merata," kata Ardiansyah saat memberikan keterangan kepada media.
Guna mengatasi persoalan mendasar ini, program penguatan literasi dan numerasi akan dijadikan fokus pembinaan utama di seluruh SMA dan SMK di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, yang mencakup Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Langkah cepat ini diambil demi memastikan fondasi dasar belajar para siswa merata sebelum mereka menerima materi pelajaran tingkat menengah yang lebih kompleks.
Di sisi lain, Ardiansyah menyebutkan bahwa dari aspek infrastruktur fisik, sarana dan prasarana sekolah di wilayah kerjanya sebenarnya sudah tergolong sangat baik dan berada di atas rata-rata beberapa kabupaten lain di Kaltim. Dengan fasilitas yang sudah memadai tersebut, fokus utama kini murni beralih pada peningkatan mutu pembelajaran agar kualitas lulusan Paser mampu bersaing dengan daerah lain di Kalimantan Timur.
"Dari sisi sarana dan prasarana, berdasarkan penilaian provinsi, sekolah-sekolah di wilayah kami sudah lebih baik dibandingkan sejumlah kabupaten lain. Yang menjadi tuntutan pimpinan kami di tingkat provinsi adalah kualitas pendidikan kita paling tidak mampu bersaing dengan sepuluh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur," imbuh Ardiansyah.
Selain menyoroti masalah literasi, pihak dinas juga memberikan peringatan keras kepada seluruh sekolah agar menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai aturan ramah anak tanpa ada unsur kekerasan maupun perpeloncoan. Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V menegaskan tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi disiplin yang berat bagi sekolah atau panitia yang terbukti melanggar aturan tersebut selama lima hari masa pelaksanaan MPLS. (*)
Editor : Indra Zakaria