Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bapelitbang PPU Dorong Revolusi Pertanian Padi di Babulu, Libatkan Empat Desa

Wawan • Jumat, 18 Oktober 2024 - 05:05 WIB
Photo
Photo

PROKAL.CO, PENAJAM PASER UTARA – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian, khususnya pada komoditas padi. Dalam rangka mendukung hal tersebut, Bapelitbang menggelar sosialisasi intensif di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Babulu, Kamis (17/10/2024), dengan melibatkan perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dari empat desa di wilayah tersebut.

Acara ini bertujuan memperkuat pengetahuan petani lokal tentang manajemen pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, dengan fokus pada pengelolaan lahan, peningkatan kualitas bibit, ketersediaan pupuk, serta optimalisasi irigasi. Kepala Bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam Bapelitbang PPU, Budi Heriyadi, menyampaikan bahwa upaya ini tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga untuk mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten PPU.

“Produktivitas pertanian di PPU, terutama padi, masih menghadapi beberapa tantangan seperti kualitas bibit yang belum optimal, ketersediaan pupuk, dan pengelolaan irigasi yang belum maksimal. Oleh karena itu, pemerintah terus berkomitmen mendukung para petani dengan menyediakan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan pompa air untuk pengairan saat musim kemarau,” ungkap Budi.

Ia menekankan bahwa pertanian modern tidak hanya soal meningkatkan kuantitas hasil panen, tetapi juga mempertahankan keberlanjutan pangan bagi daerah. Dengan menerapkan teknologi tepat guna dan praktik terbaik di sektor pertanian, petani bisa lebih efektif dalam menjaga kesehatan tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

Sosialisasi ini juga menyoroti berbagai inisiatif yang telah dilakukan Bapelitbang di Babulu, termasuk pelatihan pemilihan bibit unggul, teknik pengelolaan lahan, dan pengendalian hama penyakit. Namun, diakui bahwa masih ada tantangan besar, salah satunya adalah tingkat Potensial Hidrogen (pH) tanah yang rendah di beberapa area pertanian. Kondisi ini, bersama dengan faktor lainnya, sering kali menghambat optimalisasi lahan pertanian di wilayah Babulu.

“Tantangan seperti rendahnya pH tanah menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi para petani di sini. Namun, melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas PUPR, kami berupaya memberikan solusi, baik dari segi pengelolaan pupuk maupun irigasi,” jelas Budi.

Ia juga berharap, melalui sosialisasi ini, para petani semakin aktif dan berinovasi dalam menjalankan usaha tani mereka. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, petani di Babulu diharapkan dapat lebih mandiri dan produktif, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan Kabupaten PPU.

Dengan adanya dukungan dari Bapelitbang dan dinas terkait, Kabupaten PPU terus berupaya mengatasi tantangan sektor pertanian, sambil mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan pertanian di masa depan.

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU #pemkab ppu