EVENT: Pelatihan manajemen event ekraf yang diselenggarakan di Hotel Grand Parama.
Prokal.co - TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menggelar pelatihan manajemen event ekonomi kreatif (ekraf) yang menyasar para pelaku ekraf di berbagai sektor. Ajang ini untuk membangkitkan event ekraf di Kabupaten Berau.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Disbudpar Berau, Nurjatiah menyampaikan, pelatihan tersebut sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) 24 Tahun 2019 tentang Ekraf.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Disbudpar wajib mengimplementasikan UU tersebut menjadi peraturan daerah (Perda) Ekraf, peraturan bupati (Perbup) Peta Jalan Pengembangan Ekraf Daerah (Talanpekda).
Membuat Talanpekda atau Petajalan Pengembangan Ekraf hingga membentuk komite ekraf. Serta melaksanakan kebijakan dalam Talanpekda untuk menggerakkan ekraf Kabupaten Berau, khususnya pada enam sub sektor ekraf.
"Kebijakan atau langkah awal dalam pengembangan ekraf adalah pemberdayaan pelaku ekraf. Dengan melakukan peningkatan SDM melalui workshop pelatihan manajemen event ekraf tersebut," ungkapnya.
Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Grand Parama tersebut mendatangkan narasumber dari tenaga profesional bidang pariwisata ekraf kota Bandung, selama dua hari sejak 10-11 Mei.
Adapun sasarannya adalah para pelaku ekraf yang ada dalam enam sub sektor ekraf. Khusus untuk pelatihan kali ini ditujukan bagi pelaku ekraf sub sektor seni pertunjukan, fotografi, video, film, musik dan aplikasi.
Sebanyak 30 orang yang hadir berasal dari sub sektor yang berbeda-beda, seperti event organizer (EO), HPI, dan sebagainya.
Dengan pelatihan tersebut, targetnya akan tersedia SDM ekraf di Bumi Batiwakkal yang memiliki kemampuan dan keterampilan, serta meningkatnya kompetensi pelaku ekraf di bidang manajemen event ekraf.
"Dan efeknya tentu pada peningkatan ekonomi masyarakat, terjadinya pendapatan daerah, adanya peluang lapangan kerja baru dan peluang usaha baru yang muncul," terangnya. (*/aja/adv/far)