Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penyambung Nadi Ekonomi Mitra IKN: Jembatan Sungai Riko Siap Dongkrak Perekonomian Penajam Paser Utara

Redaksi Prokal • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:15 WIB
INFRASTRUKTUR:Jalur jalan pendekat ke arah jembatan Pulau Balang menuju kawasan IKN dapat diihubungkan jembatan Sungai Riko di wilayah Kabupaten PPU. (ANTARA)
INFRASTRUKTUR:Jalur jalan pendekat ke arah jembatan Pulau Balang menuju kawasan IKN dapat diihubungkan jembatan Sungai Riko di wilayah Kabupaten PPU. (ANTARA)

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan bahwa proyek pembangunan Jembatan Sungai Riko bakal menjadi kunci strategis dalam menghidupkan sektor ekonomi daerah. Jembatan yang diproyeksikan menghubungkan Kabupaten PPU langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur ini dinilai akan memperkuat posisi PPU sebagai daerah mitra utama IKN.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan Jembatan Sungai Riko memiliki urgensi yang sangat tinggi. Selain berdiri sebagai infrastruktur mandiri, proyek ini nantinya akan terintegrasi langsung dengan rencana pembukaan jalur tol baru menuju kawasan IKN. Keberadaan jembatan ini diyakini akan menjadi urat nadi utama yang mengalirkan denyut nadi perekonomian baru di wilayah Penajam Paser Utara.

Saat ini, proyek strategis tersebut berada di bawah penanganan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan telah memasuki tahapan proses lelang perencanaan pengerjaan fisik. Pemkab PPU sendiri terus mengawal ketat setiap progres rencana pembangunan jembatan tol Teluk Balikpapan yang melintasi kawasan Sungai Riko tersebut demi memastikan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Secara teknis, Jembatan Sungai Riko akan berfungsi sebagai akses jalan pendekat dari Jembatan Pulau Balang menuju IKN. Jalur ini nantinya akan melintasi sejumlah wilayah strategis di Kabupaten PPU, mulai dari Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung, hingga Kelurahan Penajam.

Tidak hanya mempermudah konektivitas menuju pusat pemerintahan baru, jembatan ini juga memegang peran krusial dalam membuka akses mobilitas ke Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Buluminung serta Pelabuhan Benuo Taka. Terbukanya akses ke dua pusat industri tersebut diharapkan dapat menarik minat investor secara masif ke wilayah PPU.

Sebagai bentuk komitmen nyata dan dukungan awal terhadap mega proyek yang berlokasi di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam ini, Pemkab PPU tengah menyiapkan dana rintisan khusus. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah mengucurkan anggaran sekitar Rp8 miliar yang dialokasikan untuk peninjauan ulang (review) dokumen perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED) serta pra-studi kelayakan (Feasibility Study/FS).

Mengingat skala proyek yang besar dan keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten, pengerjaan konstruksi utama jembatan ini akan disokong penuh oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, total estimasi anggaran untuk keseluruhan proyek infrastruktur ini diperkirakan mencapai kisaran Rp1,2 triliun. Dokumen DED dan pra-FS sendiri ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini, sehingga pengerjaan fisik Jembatan Sungai Riko dapat resmi dimulai pada tahun 2027 mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria
#jembatan sungai riko