Airlangga beralasan mundur demi menjaga keutuhan Partai Golkar dan stabilitas masa transisi pemerintahan dari era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto.
"Saya Airlangga setelah memperimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan," ucap Airlangga.
Lantas, siapa sosok Airlangga Hartarto?
Airlangga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar sejak 2017 lalu. Dia adalah anak dari Ir. Hartarto, yang merupakan salah seorang menteri di era Orde Baru.
Ir. Hartarto pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV periode 1983–1988 dan Kabinet Pembangunan V (1988–1993). Serta Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi pada Kabinet Pembangunan VI (1993–1998).
Airlangga merupakan pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1961. Dia menyelesaikan bangku SMA di Kolese Kanisius. Airlangga kemudian meraih gelar sarjana dari Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada pada 1987, sebelum melanjutkan studinya di Monash University Australia.
Karir politik Airlangga mulai menanjak sejak dia menjadi Wakil Bendahara DPP Partai Golkar periode 2004–2009, ketika Golkar dipimpin oleh Jusuf Kalla yang saat itu juga menjabat sebagai Wakil Presiden. Jabatan itu membuat Airlangga masuk ke dalam jajaran elite Partai Golkar.
Setelah menjabat Ketua Umum Partai Golkar pada 2107, Munas Partai Golkar yang digelar di Jakarta pada 2019 lalu mengukuhkan kembali Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar dua periode.
Sebelum bergabung di eksekutif, Airlangga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR RI pada 2006–2009. Airlangga lalu terpilih kembali menjadi anggota DPR RI periode 2009–2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat V. Kemudian menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN.
Airlangga kemudian masuk ke pemerintahan dengan menjadi Menteri Perindustrian pada periode pertama Presiden Jokowi. Sementara pada periode kedua Jokowi, Airlangga didapuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak 2019 sampai saat ini. (*)