Juru bicara paslon gubernur dan wakil gubernur Kaltim Rudy Mas’ud - Seno Aji, Sudarno memberikan klarifikasi terkait kehadiran Rudy Mas'ud saat mendampingi Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dalam rangkaian tinjauan simulasi Makan Bergizi Gratis ke sejumlah daerah di Kaltim.
Dimana Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sedang melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah, di antaranya Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), dan Mahakam Ulu (Mahulu). Dalam kunjungan tersebut, Akmal Malik didampingi oleh Rudy Mas'ud bersama istrinya, Sarifah Suraidah.
Melalui postingan Pemprov Kaltim di instagram, banyak yang mempertanyakan berkaitan dengan status Rudy Mas'ud saat mendampingi Pj Gubernur Akmal Malik. Sebabnya, hasil pemilihan Pilgub Kaltim belum dinyatakan final, dan masih tersangkut dalam sengketa gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menyikapi hal tersebut, Sudarno memberikan tanggapan terkait status Rudy Mas'ud, saat mendampingi Akmal Malik beberapa hari ini.
"Rudy Mas'ud diundang oleh Pj Gubernur secara personal, entah sebagai rekan atau sahabat, yang jelas bukan sebagai Calon Gubernur Kaltim Terpilih," ucapnya kepada awak media. Sudarno mengatakan bahwa ragam persepsi mengenai kunjungan Rudy Mas'ud bersama Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, itu merupakan hal yang lumrah. Pihaknya tidak begitu mempermasalahkan mengenai hal tersebut.
"Persepsi monggo-monggo saja. Tapi yang jelas, dalam undangan itu tertulis kepada Rudy Mas'ud, tanpa ada embel-embel apapun," pungkasnya. Sebelumnya, dosen mata kuliah Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah mengaku heran dengan sikap yang diambil Akmal Malik dalam kunjungan kerjanya dengan membawa Rudy Mas'ud.
"Kalau Rudy Mas'ud ikut kapasitas dia ini apa? Dia, kan bukan gubernur belum dilantik, kalaupun melibatkan tokoh masyarakat juga tidak tepat, karena inikan kunjungan kerja PJ Gubernur," ucapnya.
Castro menegaskan bahwa ketika Akmal melibatkan Rudy Mas'ud hal ini tidak bisa dikatakan kapasitasnya jelas. "Kalau tokoh masyarakat kenapa tidak orang lain," bebernya. Dirinya menyebut memang sudah seharusnya keempat orang yang berkompetisi diajak semua agar ada keadilan. Bahkan semua stakeholder seperti TNI dan Polri, KPU dan Bawaslu harus diajak. "Kalau kesannya ini pemilu damai semua harus diajak," tegasnya.
Selain itu Castro, sapaan akrabnya, menilai jika Isran Noor tidak mau datang tidak semestinya kegiatan hanya berjalan bersama Rudy Mas'ud. Seharusnya PJ Gubernur Kaltim bisa memberikan waktu yang tepat agar semua pihak bisa ikut bersamaan.
"Kalau kesannya cuma Rudy meski Isran tidak mau itu jelas membuat publik melihat bahwa Akmal mendeklarasikan dukungan terbuka kepada Rudy Mas'ud, padahal dia kan bukan siapa-siapa," pungkasnya. (mrf/nha)
Editor : Indra Zakaria