Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Kenal ‘Gigi Mundur’, PDIP Kaltim Terus Kawal Hak Angket Meski Ditinggal Fraksi Lain

Redaksi Prokal • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:29 WIB
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

SAMARINDA — Sikap plin-plan sejumlah fraksi di DPRD Kalimantan Timur terkait usulan hak angket tidak membuat langkah PDI Perjuangan kendor. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap tancap gas menggolkan hak angket, tanpa peduli dengan manuver politik fraksi lain yang memilih melipir di tengah jalan.

Ketegasan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris PDIP Kaltim sekaligus Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. Menanggapi sikap Fraksi Golkar yang enggan mengambil inisiatif dan justru memilih opsi interpelasi yang dinilai setengah hati, Ananda menyatakan bahwa setiap partai memiliki warna politik masing-masing. Ia menegaskan bahwa PDIP sangat menghormati sikap politik Golkar, namun untuk PDIP sendiri, pengusulan hak angket yang sudah berjalan harus tetap dilanjutkan sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku.

Sebelumnya, aroma boikot sempat menyengat dalam rapat paripurna. Ketidakhadiran sejumlah legislator dari Fraksi PAN, Fraksi NasDem, Fraksi Demokrat, hingga belasan anggota Fraksi Golkar membuat jalannya sidang kehilangan kuorum dan terpaksa ditunda. Kondisi ini sempat memicu skeptisisme publik mengenai apakah penjadwalan ulang rapat paripurna nantinya hanya akan berakhir pada drama tidak kuorum jilid dua.

Menyikapi keraguan tersebut, Ananda memilih tetap optimistis namun realistis. Baginya, pemenuhan mekanisme tata tertib dewan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saat ini, unsur pimpinan dewan sedang berjibaku melakukan sinkronisasi jadwal di tengah padatnya agenda kedewanan, mulai dari pembahasan nota keuangan, LHP BPK, hingga proyeksi anggaran 2027.

Ananda menjelaskan bahwa setelah sinkronisasi jadwal selesai, langkah selanjutnya adalah menggelar rapat Badan Musyawarah atau Banmus untuk menjadwalkan kembali rapat paripurna usulan hak angket tersebut. Menurutnya, hal yang paling penting adalah seluruh proses harus berjalan sesuai dengan aturan dan tahapan yang sah.

Saat didesak mengenai konsistensi dan ketahanan stamina politik PDIP dalam mengawal hak angket ini sendirian jika partai lain memilih balik kanan, Ananda menjawabnya dengan analogi yang menohok. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak mengenal istilah gigi mundur, sehingga partai akan terus maju untuk betul-betul menjalankan pengusulan ini.

Sikap tegas PDIP ini seolah mengirimkan sinyal kuat ke Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, bahwa urusan hak angket ini bukan sekadar gertakan sambal politik. Langkah ini menjadi bukti komitmen yang akan dikawal hingga tuntas, terlepas dari peta koalisi yang kian hari kian abu-abu. (*)

Editor : Indra Zakaria
#hak angket