Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pandji Pragiwaksono Nyatakan Perang Personal Terhadap Dinasti Mas'ud, "Sekarang Jadi Masalah Personal Buat Gua"

Muhamad Yamin • Kamis, 25 Juni 2026 | 07:15 WIB
Pandji Pragiwaksono (tangkapan layar)
Pandji Pragiwaksono (tangkapan layar)

SAMARINDA — Komika senior sekaligus kreator konten, Pandji Pragiwaksono, blak-blakan mengaku masih menyimpan kekesalan mendalam pasca-insiden tidak menyenangkan yang dialaminya saat tampil di Samarinda, Kalimantan Timur. Pandji secara tegas menyatakan bahwa urusannya dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, beserta Dinasti Mas'ud, kini telah bergeser menjadi sebuah permasalahan yang bersifat sangat personal bagi dirinya.

Pernyataan menohok tersebut diluapkan Pandji melalui sebuah video rekaman pribadi yang diunggahnya setelah mengisi acara bertajuk Kaltim Paradox di Plenary Hall Convention Hall Sempaja. Dalam video itu, Pandji mengungkapkan kekecewaannya dan mengaku belum bisa memaafkan tindakan sekelompok penonton—yang diduga kuat merupakan pendukung Rudy Mas'ud—karena dinilai sengaja merusak kekondusifan jalannya pertunjukan.

"Sekarang permasalahan Rudy Mas'ud dan Dinasti Mas'ud jadi masalah personal buat gua. Orang datang pengen nonton gua dan mereka mengganggu pertunjukan gua dari awal sampai akhir. Gua enggak bisa terima itu," ujar Pandji dalam rekaman video tersebut dengan nada kecewa.

Aksi provokatif berupa teriakan yel-yel dukungan politik di tengah-tengah pertunjukan komedi tersebut dinilai tidak hanya merugikan dirinya sebagai penampil, melainkan juga mengkhianati hak para penonton lain yang telah membayar untuk menikmati hiburan. Imbas dari pengalaman pahit ini, Pandji mengisyaratkan akan melakukan "balasan" lewat jalur kreatif. Ia berjanji akan lebih gencar menguliti dan mengangkat isu-isu terkait Dinasti Mas'ud dalam karya-karya komedinya di masa mendatang, tentu saja dengan narasi yang jauh dari kata positif.

"Dan gua personal sekali sekarang dan ini membuat gua punya misi tersendiri untuk mengangkat lebih sering dinasti Mas’ud dalam karya-karya saya dan bukan dalam konteks yang positif," tegasnya.

Meski tidak menutup pintu jika nantinya ada iktikad baik atau permohonan maaf dari pihak-pihak terkait, komika yang tengah menjalani tur bertema politik ini mengisyaratkan bahwa kata maaf tidak akan menghapus memori buruk tersebut begitu saja. Dengan dingin ia menambahkan bahwa permintaan maaf adalah satu hal, namun dendam kesumatnya adalah hal lain yang tetap akan ia tindaklanjuti.

Ketegangan di panggung Kaltim Paradox itu sendiri memang menjadi sorotan tajam. Pasalnya, gangguan dari oknum pendukung tersebut tidak hanya menyasar Pandji, melainkan sudah dimulai sejak komika pembuka (opener) membawakan materi mereka. Tekanan pun sudah terasa sebelum naik panggung, di mana Pandji sempat diwajibkan menyetor draf materi komedinya ke pihak kepolisian setempat sebagai prosedur pengamanan. Akibat rentetan intimidasi dan gangguan ini, Pandji menyebut Samarinda sebagai salah satu titik tur paling tidak menyenangkan dan mengaku ragu untuk kembali menggelar pertunjukan di Kota Tepian tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#rudy mas'ud #Pandji Pragiwaksono