Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Empat Karyawan di Mobil Hilux yang Tabrak Puluhan Motor dan Rumah di-PHK Perusahaan

Redaksi • Rabu, 30 April 2025 | 14:45 WIB
Penampakan mobil hilux yang ditinggalkan pengemudinya. (Eko/KP)
Penampakan mobil hilux yang ditinggalkan pengemudinya. (Eko/KP)

PT Meranti Anggun Perkasa menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami warga akibat insiden yang terjadi pada 23 April 2025 lalu. Hal ini disampaikan Direktur PT Meranti Anggun Perkasa, Muhammad Syarif Lapepo, dalam keterangan resminya, Senin (28/4).

"Insyaallah dari pihak perusahaan akan mengganti kerugian dan melakukan perbaikan terhadap korban insiden yang terjadi pada tanggal 23 April," ujar Syarif.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya perbaikan, termasuk 24 unit kendaraan roda dua dan empat rumah milik warga yang terdampak. Ia menegaskan bahwa proses perbaikan akan segera dilaksanakan.
"Insyaallah hari ini kita langsung eksekusi dan kita langsung prepare," tambahnya.

Untuk mendukung percepatan proses perbaikan, PT Meranti Anggun Perkasa telah menunjuk tiga unit bengkel untuk menangani kerusakan kendaraan, serta menyiapkan tenaga kerja (man power) untuk melakukan perbaikan rumah warga mulai besok.

"Tahap teknis pertama, kita alihkan ke bengkel. Mungkin dari mekanik bengkel yang bisa menentukan. Kalau memang tidak bisa diperbaiki, mau tidak mau kita akan mencari spesifikasi kendaraan yang setara," jelas Syarif.

Terkait kendaraan mobil Toyota Hilux yang terlibat dalam insiden tersebut, Syarif mengungkapkan bahwa mobil Toyota Hilux tersebut digunakan di luar jam kerja resmi perusahaan.

Lebih lanjut, ia juga mengonfirmasi bahwa terdapat empat orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, seluruhnya merupakan karyawan PT Meranti Anggun Perkasa. Pihak perusahaan mengambil langkah tegas dengan menyatakan bahwa keempat karyawan tersebut akan dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Ya, terduga empat karyawan PT. Nanti akan di-terminate," tegasnya. Syarif berharap dengan langkah cepat dan tanggung jawab penuh dari pihak perusahaan, proses pemulihan dapat berjalan lancar dan kepercayaan masyarakat dapat tetap terjaga. (kis/nha)

Editor : Indra Zakaria