SAMARINDA- Isu pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi di lingkungan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) bukan isapan jempol belaka. Faktanya peristiwa itu memang ada, namun tidak ada kaitannya dengan produksi film fiksi berjudul "TERBUNGKAM" yang digarap UKM Jurnalistik Polnes.
Kebenaran isu yang mengguncang Polnes itu dibuktikan dengan aksi damai yang digelar ratusan mahasiswa di depan gedung direktorat Polnes, Senin (15/9/2025).
Dalam aksi yang dipimpim BEM Polnes itu, yang menjadi salah satu tuntutannya yakni masalah perundungan, dan kekerasan seksual yang dilakukan seorang oknum dosen terhadap salah seorang mahasiswi yang terjadi pada Maret 2025.
Ketua BEM Polnes, Reza Dwi Saputra mengatakan, mengenai produksi film yang digarap UKM Jurnalistik dan UKM Seni dan Budaya (Sedaya) Polnes tersebut, tidak ada kaitannya dengan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Polnes.
"Film itu murni karya teman-teman UKM Jurnalistik dan UKM Sedaya, yang sudah diinisiasi dari awal tahun di bulan Februari sebelum adanya huru-hara (kekerasan seksual) yang terjadi di bulan Maret," kata Reza.
Reza menjelaskan, dalam pembuatan film pendek itu semua UKM mengeluarkan ide hingga akhirnya video tersebut dapat diproduksi pada Juli 2025.
"Dan memang kesepakatannya adalah ditayangkan di Pekan Jurnalistik kemarin. Tapi nyatanya karena ada kasus (kekerasan seksual) ini juga naik maka pihak direktorat seperti melakukan cocoklogi, yang mana bahwasannya kasus pada film yang diangkat teman-teman itu sama. Padahal tidak sama dengan kasus yang hari ini menjadi bagian dari tuntutan kami," paparnya.
Reza juga menekankan, bahwa cerita dalam film itu hanyalah fiktif. Tidak mengandung unsur kenyataan seperti yang terjadi pada kasus sesungguhnya. "Tetapi memang sudah ada warning dan di-alert dari awal. Disclaimer lah. Artinya berbeda dan tidak ada kaitannya," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, isu tak sedap kekeraskan seksual yang dialami seorang mahasiswi di lingkungan Politeknik Negeri Samarinda Samarinda beredar di platform media sosial (Medsos). Salah satu akun media digital menyebut, peristiwa kekerasan seksual itu bahkan sudah terjadi berulang kali. Korban yang merupakan seorang mahasiswi itu mendapatkan perlakuan kasar oleh oknum dosen yang melakukan kekerasan seksual.
Namun belakangan tersiar kabar bahwa isu yang diunggah akun medsos itu disebut hanyalah diksi dari video pendek yang merupakan karya UKM Jurnalistik, dan UKM Seni dan Budaya Polnes. (oke)
Editor : Indra Zakaria