Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tragis! Warga Tanah Merah Samarinda Tewas Disengat Puluhan Tabuan Saat Berkebun

Redaksi Prokal • 2026-01-03 11:30:00
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

SAMARINDA – Musibah tragis menimpa seorang pria paruh baya di Jalan Rimbajaya, RT 28, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Korban yang diketahui berinisial IH (60) mengembuskan napas terakhir setelah diserang puluhan lebah hutan atau tabuan saat sedang beraktivitas di kebun miliknya pada Jumat (2/1/2026) pagi.

Insiden mematikan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita dan mengejutkan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Kejadian bermula saat korban tengah melakukan penyemprotan rumput di area pinggiran kebun. Tanpa disadari, aktivitas tersebut diduga mengganggu sarang tabuan yang tersembunyi di sekitar semak belukar. Seketika, kawanan serangga tersebut keluar dan menyerang korban secara membabi buta.

Menurut keterangan saksi, serangan berlangsung sangat cepat. Meski korban sempat berupaya menyelamatkan diri, jumlah tabuan yang terlalu banyak membuatnya tidak berdaya. Korban tercatat menerima sekitar 20 sengatan di berbagai bagian tubuhnya.

"Sengatan tersebut menyebabkan kondisi korban menurun drastis hingga akhirnya tidak sadarkan diri di lokasi," ujar warga setempat.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan darurat dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Sungai Siring. Namun, meski tim medis telah berupaya melakukan penanganan maksimal, nyawa korban tidak dapat tertolong. Pihak puskesmas menyatakan Iing Hermanto meninggal dunia tak lama setelah tiba.

Salah satu tokoh warga, Agus Mulawarman, mengonfirmasi bahwa saat kejadian korban murni sedang bekerja dan tidak menyadari adanya sarang serangga berbahaya tersebut. "Begitu disengat, warga langsung menolong dan membawa ke puskesmas. Tidak ada yang menyangka kalau di situ ada sarang tabuan," kata Agus.

Menanggapi peristiwa ini, Agus mengingatkan masyarakat Samarinda, khususnya yang sering beraktivitas di kebun atau area terbuka hijau, untuk lebih waspada. Keberadaan sarang serangga mematikan seperti tabuan sering kali sulit terlihat di tengah rimbunnya tanaman.

"Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Kami juga meminta adanya sosialisasi atau bantuan dari pihak terkait untuk penanganan sarang serangga berbahaya di lingkungan permukiman," pungkasnya.

Jenazah korban kini telah disemayamkan oleh pihak keluarga untuk proses pemakaman. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga akan potensi bahaya serangan hewan liar di area perkebunan. (*)

Editor : Indra Zakaria