Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tangani 335 Klien Sepanjang 2025, BNN Tanah Merah Tekankan Pentingnya Pemulihan Berkelanjutan

Redaksi Prokal • 2026-01-17 13:15:00
Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah.
Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah.

SAMARINDA – Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah mencatatkan peningkatan signifikan dalam jangkauan layanan rehabilitasi sepanjang tahun 2025. Sebanyak 335 klien telah mendapatkan penanganan medis dan sosial di fasilitas tersebut, yang mencerminkan komitmen kuat lembaga dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bambang Styawan, menegaskan bahwa pihaknya berupaya memaksimalkan kapasitas 120 tempat tidur yang tersedia setiap harinya untuk memastikan tidak ada warga yang membutuhkan pertolongan ditolak selama daya tampung masih mencukupi.

Data profil klien selama setahun terakhir menunjukkan dominasi kelompok dewasa laki-laki sebanyak 298 orang, diikuti oleh kelompok dewasa perempuan sebanyak 15 orang. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kategori anak dan remaja, di mana tercatat 18 anak laki-laki dan 4 anak perempuan yang menjalani rehabilitasi dengan pendekatan serta pengaturan khusus yang disesuaikan dengan usia mereka. Masa rawat bagi setiap klien bervariasi antara tiga hingga enam bulan, tergantung pada tingkat keparahan adiksi yang dialami, sementara bagi pengguna kategori ringan diarahkan untuk menjalani program rawat jalan melalui jaringan klinik dan instansi pemerintah yang ditunjuk.

Bambang menekankan filosofi penting dalam dunia adiksi, di mana istilah "sembuh" tidak dikenal, melainkan "pulih". Mengingat adiksi merupakan penyakit kronis yang memiliki sifat kambuhan, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh layanan di dalam balai, tetapi sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah, hingga tempat kerja. Fokus utama program ini adalah mengubah pola hidup dan gaya hidup klien secara menyeluruh, mencakup aspek biologis, psikologis, sosial, hingga spiritual agar mereka memiliki daya tahan kuat untuk tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran gelap narkoba.

Sebagai standar keberhasilan, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menggunakan instrumen WHOQOL dari Organisasi Kesehatan Dunia yang diakui secara internasional untuk mengukur kualitas hidup klien. Pengukuran dilakukan secara ketat sebelum dan sesudah program rehabilitasi guna melihat adanya peningkatan kualitas hidup yang nyata secara menyeluruh. Melalui indikator ini, diharapkan setiap individu yang telah menjalani program rehabilitasi mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kualitas hidup yang lebih baik dan mampu mempertahankan kemandiriannya tanpa bergantung lagi pada zat terlarang.(*)

Editor : Indra Zakaria