PROKAL.CO, SAMARINDA - Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyambangi Posko Perjuangan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kaltim di kawasan Simpang Lembuswana, Jalan S Parman, Rabu (15/4/2026) malam.
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 18.45 WITA itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain meninjau langsung situasi di lapangan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Polresta Samarinda dengan perwakilan massa aksi. Dalam kunjungan itu, Hendri Umar didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polresta Samarinda, di antaranya Kabag Ops dan Kasat Intelkam.
Hendri mengatakan kehadirannya merupakan bentuk komunikasi terbuka sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam rencana aksi unjuk rasa pada 21 April mendatang untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Samarinda tetap aman dan kondusif.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis serta komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan kesiapan kepolisian dalam mengawal jalannya aksi secara persuasif. Hal itu dilakukan untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap terlindungi tanpa mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, perwakilan APM Kaltim menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka menilai langkah silaturahmi yang dilakukan pihak kepolisian sebagai bentuk keterbukaan dan perhatian yang positif. APM Kaltim juga menyatakan komitmennya untuk menggelar aksi secara damai dan tertib. Mereka memastikan tidak akan membawa barang berbahaya maupun melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum selama aksi berlangsung.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung di Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim pada 21 April 2026.
Sebelumnya, persiapan aksi demonstrasi besar yang akan digelar pada 21 April 2026 di Samarinda semakin matang. Aksi yang mengusung penolakan terhadap dugaan praktik dinasti politik keluarga Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, kini telah membuka dua posko di kawasan pusat kota.
Salah satu posko terlihat berdiri di depan pusat perbelanjaan Mall Lembuswana, tepatnya di simpang Jalan M Yamin dan Jalan WR Soepratman. Dari pantauan di lokasi, posko tersebut dipenuhi berbagai bantuan logistik, mulai dari air mineral hingga makanan ringan seperti biskuit untuk kebutuhan peserta aksi.
Seorang penjaga posko yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, demonstrasi tersebut diperkirakan akan diikuti peserta dari berbagai daerah di luar Samarinda, seperti Kutai Timur, Kutai Kartanegara, serta sejumlah wilayah lain di Kalimantan Timur.
“Peserta yang akan hadir cukup banyak. Kami juga memastikan aksi ini berjalan lancar dan aman karena sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar tidak disusupi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu alasan utama masyarakat ikut dalam aksi tersebut adalah adanya dugaan praktik dinasti politik dalam pemerintahan daerah. Menurutnya, sejumlah jabatan strategis disebut diisi oleh pihak yang memiliki kedekatan keluarga atau kerabat dengan penguasa.
Selain itu, isu rencana pergantian direktur Bankaltimtara juga menjadi sorotan. Posisi tersebut disebut-sebut akan diisi oleh figur dari luar Kalimantan Timur, yang dinilai bertentangan dengan tradisi sebelumnya, di mana jabatan tersebut biasanya diisi oleh internal yang telah berkarier dari bawah.
Tak hanya itu, massa aksi juga menyoroti dugaan penguasaan proyek-proyek pemerintah oleh kelompok tertentu yang dianggap dekat dengan kekuasaan. “Selama ini proyek hanya dinikmati kelompok tertentu. Sementara kami sebagai putra daerah hanya jadi penonton. Bahkan, banyak mantan tim sukses pasangan 02 juga ikut mendukung aksi ini,” tuturnya. (*)
Editor : Indra Zakaria