SAMARINDA- Program Studi Magister Ilmu Perikanan (MIP) Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mahasiswa MIP, Eriansyah (Angkatan IX) yang juga merupakan Pengawas Perikanan, berhasil meraih hibah pendanaan BIMA KEMENDIKTISAINTEK tahun 2026 melalui skema Penelitian Pascasarjana – Program Tesis Magister (PPS-PTM).
Pencapaian ini menjadi bagian dari tren positif yang terus terjaga, di mana selama tiga tahun berturut-turut mahasiswa Magister Ilmu Perikanan berhasil memperoleh pendanaan penelitian pada skema yang sama. Konsistensi tersebut mencerminkan kualitas akademik yang semakin menguat dan berdaya saing di tingkat nasional.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan akademik yang intensif. Dalam pelaksanaan penelitian, Eriansyah dibimbing oleh Dr. Ir. Hj. Fitriyana, S.Pi., M.Si., IPU selaku pembimbing utama dan Dr. Erwan Sulistianto, S.Pi., M.Si. sebagai pembimbing pendamping. Keduanya berperan aktif dalam mengarahkan pengembangan ide, penyusunan proposal, hingga penguatan substansi ilmiah agar mampu bersaing dalam seleksi hibah nasional.
Selain sebagai mahasiswa, Eriansyah juga menjalankan tugas sebagai Pengawas Perikanan pada Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, sehingga penelitian yang diusung memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi pengawasan di lapangan. Dalam penelitiannya, Eriansyah mengangkat isu pengawasan illegal fishing pada perairan umum daratan, yang hingga kini masih menghadapi tantangan serius, terutama praktik penangkapan ikan destruktif seperti penggunaan setrum dan racun. “Illegal fishing tidak bisa dibiarkan. Ini ancaman nyata bagi keberlanjutan sumber daya ikan di perairan daratan,” tegas Eriansyah.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pengawasan tidak dapat hanya mengandalkan aparat formal semata. “Negara tidak bisa bekerja sendiri. Pengawas perikanan harus diperkuat dengan peran masyarakat melalui kearifan lokal dan hukum adat yang sudah terbukti menjaga perairan secara turun-temurun,” ujarnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga mencerminkan kekuatan sistem akademik Program Studi Magister Ilmu Perikanan. Fondasi keilmuan yang kokoh, kurikulum berbasis riset, serta budaya akademik yang produktif menjadi faktor utama dalam mendorong lahirnya penelitian yang inovatif, kontekstual, dan aplikatif.
Selain itu, inovasi yang dikembangkan mahasiswa selalu mengedepankan aspek kebaruan (novelty) dan relevansi terhadap kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Hal ini memastikan bahwa setiap penelitian yang didanai tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Prestasi ini semakin menegaskan bahwa Program Studi Magister Ilmu Perikanan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata, serta bersaing sejajar dengan peneliti dan ilmuwan di tingkat nasional.(*)
Editor : Indra Zakaria