PROKAL.CO- Salah satu pusat perbelanjaan ikonik di Kota Samarinda, Mal Lembuswana, bersiap memasuki babak baru. Mulai Juli mendatang, kendali pengelolaan mal resmi beralih ke tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Perusahaan Daerah (Perusda) PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS), seiring berakhirnya kontrak dengan pengelola lama.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Iksan, meminta masyarakat dan para pelaku usaha di dalam mal tidak perlu bereaksi berlebihan. Menurutnya, peralihan ini merupakan prosedur administrasi biasa untuk mengamankan aset daerah. “Sebenarnya tidak ada yang berubah, hanya pengalihan manajemen saja. Seperti orang ganti PT, ganti baju saja,” ujar Firnadi menenangkan suasana.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi para tenant (penyewa) yang sempat diliputi ketidakpastian. Komisi II bahkan mendorong para pengusaha untuk tetap melanjutkan kontrak dan aktivitas bisnisnya di bawah bendera PT MBS. Firnadi menekankan bahwa menjaga kepercayaan pengusaha adalah kunci utama dalam masa transisi ini agar operasional mal tidak terganggu.
"Kita maunya smooth saja. Kalau ribut-ribut terus tenant pada pergi, kita dapat apa? Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, sewa tenant dan lain-lain tetap berjalan," tegasnya.
Meski skema teknis diserahkan sepenuhnya kepada Pemprov Kaltim, legislatif memastikan tidak akan melepas pengawasan begitu saja. PT MBS ditantang untuk mampu membawa perubahan positif, terutama dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui performa bisnis yang lebih agresif.
Firnadi juga memberikan catatan khusus agar pengelola baru segera membenahi fasilitas mal guna meningkatkan daya tarik bagi pengunjung. “Fasilitas yang kurang harus segera ditangani. Intinya bagaimana mal itu ramai pengunjung, karena kita mengharapkan ada profit yang bertambah dari sisi okupansinya,” pungkasnya. Dengan manajemen baru, Mal Lembuswana diharapkan mampu bersaing lebih kuat di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan modern di Kota Tepian.(*)
Editor : Indra Zakaria