PROKAL.CO– Upaya mensterilkan kawasan jalan pendekat Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dari aktivitas parkir liar tampaknya masih membentur tembok tebal. Meski sudah berulang kali menjadi sasaran operasi penertiban oleh petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polresta Samarinda, puluhan truk kontainer berbadan besar terpantau masih nekat "kucing-kucingan" dan memadati kawasan Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang tersebut.
Berbagai sanksi tegas yang selama ini diterapkan di lapangan—mulai dari tindakan penggembosan ban massal hingga penilangan di tempat—terbukti belum memberikan efek jera yang signifikan bagi para sopir. Pemandangan barisan truk jumbo yang terparkir berderet di sepanjang bahu jalan utama pintu masuk Kota Tepian ini pun masih menjadi santapan sehari-hari yang meresahkan warga.
Ketidakpatuhan para sopir truk ini memicu keluhan mendalam dari masyarakat sekitar. Fahmi, salah seorang warga Jalan Flamboyan, mengungkapkan kekecewaannya lantaran tindakan tegas dari Dishub maupun Polantas seolah dianggap angin lalu oleh para pelanggar aturan. Keberadaan armada logistik berukuran raksasa yang memakan sebagian badan jalan ini tak pelak memicu kecemasan tinggi bagi pengguna jalan yang melintas.
Sempitnya ruang pandang pengendara akibat terhalang bodi truk yang masif dinilai menjadi bom waktu yang siap memicu kecelakaan lalu lintas fatal, terutama saat arus kendaraan sedang padat atau ketika malam hari di mana pencahayaan cenderung minim.
Kondisi membandelnya aktivitas parkir liar di kawasan Loa Buah ini juga dibenarkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Loa Buah, Aiptu Roni Eko. Ia mengonfirmasi bahwa aparat keamanan sebenarnya tidak tinggal diam dan telah berulang kali menyisir serta membersihkan jalur krusial tersebut. Namun sayangnya, tak lama setelah petugas meninggalkan lokasi, truk-truk tersebut perlahan kembali berdatangan dan memadati area sekitar jembatan.
Lebih lanjut, Roni menambahkan bahwa laporan dan keluhan dari masyarakat terkait menjamurnya kendaraan berat ini memang terus mengalir ke pihak berwajib. Kehadiran truk-truk ini tidak hanya merusak estetika wajah kota, tetapi juga menjadi ancaman nyata yang mempertaruhkan keselamatan para pengendara. Mengingat fungsinya sebagai jalur utama keluar masuk kota, pembiaran terhadap parkir liar ini dinilai memberikan kesan semrawut, kumuh, dan sangat berbahaya bagi publik. (*)
Editor : Indra Zakaria