Waspada Kemarau dan Intrusi Air Laut, Wawali Samarinda Ajak Warga Bijak Gunakan Air Bersih

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:04 WIB
Sungai Mahakam
Sungai Mahakam

 

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda mengeluarkan imbauan penting kepada  warga agar lebih bijak dalam menggunakseluruhan air bersih. Langkah preventif ini diambil di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, menyusul adanya potensi intrusi air laut yang dapat memengaruhi kualitas air baku, khususnya di wilayah Palaran.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengungkapkan bahwa kondisi air baku saat ini sebenarnya masih terpantau dalam batas aman meski sempat mengalami fluktuasi kadar akibat pengaruh pasang surut air laut. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tingkat keasinan air yang sebelumnya sempat menyentuh angka 17 ppm kini telah menurun ke kisaran 12 ppm.

"Imbas pasang surut, naik turun terdampak di Palaran, tetapi insyaallah masih aman," ujar Saefuddin Zuhri saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada mengingat potensi kemarau yang diprediksi masih bisa berlangsung lebih panjang. Guna mengantisipasi risiko buruk, Pemkot Samarinda telah menginstruksikan Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana untuk meningkatkan intensitas pemantauan kualitas air setiap hari serta melaporkannya secara berkala.

"Untuk air bersih, kami minta dewan pengawas Perumda Tirta Kencana memantau setiap hari dan memberikan laporan. Jangan sampai monitoring ini lepas," tegasnya.

Selain memperketat pengawasan di tingkat pengelola, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan cadangan air bersih. Warga diimbau agar menggunakan air secara hemat dan seperlunya saja guna menghindari lonjakan konsumsi di tengah tekanan musim kemarau terhadap sumber air baku.

"Kami berharap warga bijak menggunakan air," pungkasnya.

Sebelumnya, Perumda Tirta Kencana Samarinda juga telah meningkatkan status kewaspadaan menyusul mulai menyusutnya muka air di Sungai Mahakam yang selama ini menjadi sumber utama air baku sistem penyediaan air minum kota. Meskipun saat ini seluruh 21 instalasi pengolahan air masih beroperasi secara normal, kondisi hulu Sungai Mahakam yang belum kunjung mendapat pasokan hujan dikhawatirkan dapat memperparah penurunan debit air ke depannya. (adv/diskominfosmd/i)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
PDAM Samarinda samarinda