SAMARINDA – Misteri identitas pria berambut gondrong yang nekat menceburkan diri ke Sungai Mahakam akhirnya terkuak terang. Jasad yang ditemukan mengambang di kawasan tambatan kapal PT Rezeki Abadi, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda pada Senin (21/9/2026) malam tersebut dipastikan merupakan pria berinisial B, warga Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang.
Kepastian identitas ini diperoleh setelah pihak keluarga mendatangi rumah sakit dan melihat langsung jasad korban yang telah dievakuasi oleh petugas gabungan.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Roy Sihombing, membenarkan bahwa jasad tersebut adalah pria yang sempat melompat ke Sungai Mahakam setelah dikejar warga.
"Pernyataan awalnya, benar orang yang terjun pada malam itu adalah yang ditemukan. Keluarga sudah melihat langsung dan menyatakan bahwa benar ini keluarga mereka yang sempat hilang," ujar Roy.
Sebelumnya, identitas pria tersebut sempat menjadi teka-teki. Pihak kepolisian awalnya hanya mengantongi ciri-ciri fisik berupa rambut gondrong, mengenakan baju abu-abu, serta celana pendek putih.
Ciri-ciri tersebut selaras dengan sosok pria yang sempat dikejar warga usai diduga hendak melakukan aksi pencurian di area perusahaan Unit Traktor, kawasan Loa Bakung. Ketika terdesak dalam pengejaran, pria tersebut nekat melarikan diri ke arah tepian Sungai Mahakam hingga akhirnya menceburkan diri ke aliran air.
Beberapa warga di lokasi kejadian sebenarnya sempat berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan kayu ke arah sungai agar korban bisa berpegangan. Namun, derasnya arus dan jarak yang terlalu jauh membuat upaya tersebut sia-sia lantaran korban gagal menggapai kayu bantuan.
Aksi pencarian intensif langsung digelar oleh personel Polairud bersama jajaran relawan menggunakan speedboat. Meski sempat dihentikan tanpa hasil, keberadaan korban akhirnya terkuak sehari berselang usai jasad BH ditemukan mengambang di area tambatan kapal PT Rezeki Abadi sekitar pukul 21.00 WITA.
Petugas langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi medis sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.
Ipda Roy Sihombing menegaskan bahwa terungkapnya identitas korban menjadi titik awal bagi kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Rangkaian kejadian secara menyeluruh kini berada dalam penanganan intensif jajaran kepolisian.
"Selanjutnya berkaitan dengan kronologis akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh tim Jatanras Polresta Samarinda," tegasnya.
Saat ini, kepolisian masih terus mendalami seluruh rentetan peristiwa—mulai dari dugaan aksi pencurian awal, momen pengejaran oleh massa, keputusasaan BH menceburkan diri ke sungai, hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co