SAMARINDA — Persoalan parkir sembarangan di sekitar Teras Samarinda 2 terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda. Guna menjaga ketertiban, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda rutin menggelar pengawasan ketat, terutama saat malam akhir pekan ketika kunjungan masyarakat memuncak.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa pihak Dishub telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas dengan mengajukan pemasangan pagar pada median jalan. Pagar tersebut direncanakan membatasi akses kendaraan mulai dari simpang tiga Kantor Pos hingga bukaan zebra cross di pintu keluar Gedung Parkir Pasar Pagi.
"Sudah kita sampaikan juga, median jalan itu dipagar. Dipagar dari simpang tiga Kantor Pos sampai bukaan zebra cross yang ada di pintu keluar gedung parkir Pasar Pagi," terang Manalu baru-baru ini.
Langkah physical barrier ini disiapkan untuk mengarahkan pengunjung agar memanfaatkan kantong parkir resmi yang telah tersedia. Meski demikian, pengerjaan fisik masih menunggu alokasi anggaran dan telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
"Sekali lagi, sudah kita usulkan dan ini menjadi dengan teman-teman PUPR, sambil menunggu kondisi keuangan," ujarnya. Selama proses pengusulan berjalan, Dishub Samarinda tidak tinggal diam dan terus melakukan tindakan tegas di lapangan bagi pemilik kendaraan yang membandel.
"Sebelum itu, sambil kita melakukan monitoring terkait dengan masyarakat yang masih suka parkir sembarangan, kita gembosin," tegas Manalu.
Nantinya, setelah pagar terpasang, pengunjung Teras Samarinda 2 tidak bisa lagi melintasi median jalan sembarangan. Akses pejalan kaki hanya dibuka melalui zebra cross di dekat Gedung Parkir Pasar Pagi. Menurut Manalu, kebijakan ini merupakan bagian dari pembentukan budaya baru masyarakat dalam berlalu lintas.
"Itu namanya social engineering yang harus dibentuk, dibangun. Kita rekayasakan di Teras Samarinda 2," jelasnya. Terkait ketersediaan ruang parkir, Dishub memastikan bahwa kapasitas kantong parkir yang ada sangat memadai untuk menampung kendaraan warga. Gedung Parkir Pasar Pagi mampu memuat sekitar 500 unit kendaraan roda dua, sementara area parkir Masjid Raya Samarinda disiapkan sebagai alternatif utama pada sore hingga malam hari setelah aktivitas pedagang Pasar Pagi usai.
"Cukup. Untuk motor cukup, di gedung parkir Pasar Pagi cukup. Ditambah lagi parkiran masjid, pasti cukup," pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co