SAMARINDA — Aksi nekad maling spesialis fasilitas umum di Kota Samarinda sempat membuat para pengguna jalan menjerit. Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang biasanya kokoh nan megah, mendadak gelap gulita setelah jaringan kabelnya diputus dan komponen Miniature Circuit Breaker (MCB) penerangan jalan umum (PJU) digondol komplotan tak bertanggung jawab.
Merespons keluhan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim langsung gerak cepat (gercep) melakukan pembenahan total.
Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim, Irhamsyah—yang akrab disapa Iing—mengungkapkan bahwa dari total 39 titik PJU yang terpasang di sepanjang Jembatan Mahulu, 15 titik di antaranya padam total akibat aksi kriminal tersebut. "Dari 39 titik penerangan, ada 15 titik yang padam. Rinciannya, 3 titik dari arah Loa Janan dan 12 titik dari arah Samarinda (Loa Gagak)," tegas Iing.
Iing tidak menampik bahwa biang kerok utama dari gelapnya jembatan tersebut bukanlah sekadar masalah teknis bohlam putus, melainkan murni aksi pencurian.
"Lampu padam ini ada yang memang sudah mati, tapi mayoritas disebabkan MCB dan kabelnya sudah hilang ditarik serta diputus orang. Kabel sepanjang kurang lebih 500 meter habis ganti semua," bebernya.
Perbaikan Dikebut, Jalur Vital Kembali Aman
Tak ingin keselamatan pengendara terancam lebih lama, pembenahan pun dikebut. Petugas Dinas PUPR Kaltim mengganti 11 unit lampu rusak, memasang 6 unit lampu baru, serta memperbaiki 5 titik jaringan penerangan. Hasilnya, per Sabtu (26/9/2026), seluruh PJU di Jembatan Mahulu sudah berfungsi normal dan terang benderang kembali. Guna mencegah ulah "tangan panjang" terulang kembali, PUPR Kaltim kini tengah mengkaji rencana pengadaan kamera CCTV di area jembatan.
"Fungsi penerangan sudah kita kembalikan. Nanti kalau ada alokasi anggaran lagi, kita coba pasang CCTV untuk memonitor area jembatan," tambah Iing.
Meski demikian, pihak Pemprov Kaltim menegaskan bahwa benteng pertahanan terbaik untuk menjaga aset publik tetap berada di tangan masyarakat. Warga dan organisasi kemasyarakatan (ormas) setempat diimbau untuk turut aktif mengawasi.
"Ini fasilitas publik, milik masyarakat bersama. Kalau tidak dijaga dan rusak lagi akibat tangan tak bertanggung jawab, ujung-ujungnya pemerintah lagi yang disalahkan. Mari sama-sama kita awasi," pungkasnya. Kini, fokus utama pemerintah telah tercapai: memastikan kawasan vital Jembatan Mahulu kembali terang demi keselamatan, kenyamanan, dan keamanan seluruh pengguna jalan. (*)
Editor : Indra Zakaria