Siap On Time! Samarinda Dapat Suntikan APBN 2027 Buat Operasikan Bus Modern Berbasis BTS

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:55 WIB
Ilustrasi layanan bus berbasis Buy The Service (BTS) yang direncanakan dikembangkan di Kota Samarinda.
Ilustrasi layanan bus berbasis Buy The Service (BTS) yang direncanakan dikembangkan di Kota Samarinda.

PROKAL.CO- Layanan angkutan umum di Kota Samarinda siap bertransformasi menuju era yang lebih modern dan teratur. Pemerintah Kota Samarinda dipastikan mengantongi dukungan dana segar dari APBN 2027 untuk mengembangkan layanan bus berbasis Buy The Service (BTS) yang direncanakan melayani dua hingga tiga koridor utama.

Kepastian mengucurnya anggaran tersebut didapatkan usai Dinas Perhubungan Kota Samarinda menggelar pertemuan intensif bersama Kementerian Perhubungan. Lewat skema BTS ini, pemerintah akan membayar operator bus berdasarkan jarak tempuh per kilometer. Sebagai imbalannya, operator wajib memenuhi standar pelayanan minimal yang ketat, terutama soal ketepatan waktu dan kepastian jarak keberangkatan antarbus atau headway.

Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, HMT Manalu, mengungkapkan bahwa kepastian jadwal menjadi pembeda utama antara layanan BTS dengan angkutan kota konvensional. Jika angkutan umum biasa cenderung mengetem dan menunggu penumpang penuh, bus BTS akan terus meluncur sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA. Setiap koridor diproyeksikan membutuhkan tujuh unit bus dengan jeda keberangkatan antarbus berkisar 12 menit, sehingga masyarakat bisa memprediksi waktu perjalanan mereka secara akurat.

Untuk mengoperasikan dua koridor awal, dibutuhkan sekitar 14 armada utama ditambah satu unit bus cadangan demi menjaga kelancaran operasional. Sebagai bentuk pembagian peran, Pemerintah Kota Samarinda bertanggung jawab menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari pembangunan halte, fasilitas bus stop, pemasangan rambu dan marka jalan, hingga penyelesaian berkas administrasi.

Terkait pemetaan rute, tim Kementerian Perhubungan bersama konsultan independen tengah turun ke lapangan untuk menguji jalur paling produktif dari tujuh koridor utama yang ada dalam skema master plan. Jalur dengan potensi keterisian penumpang paling tinggi akan diprioritaskan lebih dulu.

Kawasan Teras Samarinda digadang-gadang menjadi titik keberangkatan awal untuk tahap perdana karena sudah dilengkapi shelter yang memadai. Berbeda dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di kota besar lain yang memiliki jalur khusus, armada bus BTS di Samarinda nantinya akan berbaur di jalan raya publik dengan memanfaatkan armada berbahan bakar biosolar. (adv/diskominfo/i)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda