Kebakaran di Samarinda, Sedikitnya 12 Rumah di Permukiman Berbukit Hangus

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:19 WIB
Kebakaran di Jalan Woltermonginsidi, Samarinda. (IST)
Kebakaran di Jalan Woltermonginsidi, Samarinda. (IST)

PROKAL.CO, SAMARINDA — Sedikitnya 12 rumah warga di Jalan Wolter Monginsidi Gang 7, Samarinda, Kalimantan Timur, terbakar pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 15.10 Wita. Api yang diduga berasal dari bangunan kontrakan di bagian bawah permukiman dengan cepat merambat ke rumah-rumah di kawasan perbukitan. Seorang warga mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH menjelaskan kebakaran di Jl Wolter Monginsidi sementara menghanguskan 12 rumah. 

"Sementara 12 rumah terbakar. Saat ini masih pendinginan. Jadi ada korban terbakar satu orang," jelasnya. 

Kebakaran tersebut membuat warga panik. Api yang semula terlihat dari bangunan kontrakan membesar dan menjalar ke sejumlah rumah di sekitarnya. Warga berupaya menyelamatkan diri serta mengeluarkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan sebelum api meluas.

Kondisi permukiman yang padat, berada di kawasan berbukit, dan memiliki akses jalan sempit turut menyulitkan penanganan kebakaran. Api yang cepat membesar juga membuat warga kesulitan melakukan pemadaman secara mandiri.

Kebakaran di Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda, Kamis 29 Oktober 2026.
Kebakaran di Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda, Kamis 29 Oktober 2026.

Salah seorang warga, mengatakan, dirinya pertama kali melihat kepulan asap dari arah bangunan kontrakan dua lantai di bagian bawah permukiman. Awalnya, ia mengira hanya terjadi kepulan asap biasa sehingga berusaha mendatangi lokasi untuk memastikan sumbernya.

Namun, ketika tiba di bagian bawah permukiman, api ternyata sudah membesar dan menyebar. “Saya awalnya lihat asap saja. Saya turun untuk melihat, ternyata di bawah api sudah besar. Saya sudah tidak mampu lagi,” kata Basri.

Warga mengaku sempat berusaha mengatasi kebakaran tersebut. Dalam upaya itu, warga bahkan memecahkan kaca. Namun, seorang warga justru mengalami luka bakar pada bagian kepala.

Cepatnya perambatan api membuat warga tidak leluasa menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka. Sejumlah bangunan yang berada berdekatan membuat kobaran api mudah menjalar ke bagian permukiman lainnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda