Deasy Dorong Forum Genre Samarinda Jadi Motor Gerakan Remaja, Targetkan Kolaborasi Lintas Komunitas

Indra Zakaria • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 20:00 WIB
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Erviani.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Erviani.

SAMARINDA – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mendorong Forum Generasi Berencana (Genre) tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan atau wadah mencetak duta remaja, tetapi mampu menjadi motor penggerak perubahan yang memberikan dampak nyata bagi generasi muda.

Menurutnya, Forum Genre yang beranggotakan remaja dan pemuda berusia 10 hingga 24 tahun memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.  Ia mengungkapnan, Forum Genre memiliki karakteristik berbeda dengan Forum Anak. Jika Forum Anak beranggotakan mereka yang berusia di bawah 18 tahun, Forum Genre menjangkau kelompok usia 10 hingga 24 tahun dengan masa kepengurusan selama tiga tahun.  "Ini menjadi momentum bagi Forum Genre untuk naik kelas. Dengan SK Wali Kota, harapannya ruang gerak mereka semakin luas, termasuk dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan memperluas kemitraan," Ungkap kepada awak media. Selasa (3/11/2026).

Deasy berharap penguatan kelembagaan tersebut membuat Forum Genre memiliki legitimasi dan jangkauan yang lebih besar dalam menjalankan berbagai program edukasi serta pendampingan remaja.  Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Duta Genre tidak boleh hanya berorientasi pada penampilan, kemampuan berbicara di depan umum, menari, atau menyanyi. Lebih dari itu, seorang Duta Genre harus mampu menjadi figur inspiratif yang membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

"Ini bukan sekadar duta-dutaan. Duta Genre harus bisa berdampak. Harus ada pengaruh baik yang bisa dirasakan masyarakat, terutama sesama remaja. Dampaknya juga harus terukur dan terencana," Tegas Deasy.  Karena itu, dirinya mendorong setiap Duta Genre memiliki target kinerja selama menjalankan tugasnya. Target tersebut mencakup jumlah remaja yang mendapatkan sosialisasi, kegiatan konseling, edukasi tatap muka maupun melalui media, hingga advokasi dan kerja sama dengan berbagai mitra.

Menurut Deasy, capaian seorang duta tidak cukup diukur dari seberapa sering tampil dalam kegiatan, tetapi juga dari seberapa luas pesan edukasi yang disampaikan dan perubahan positif yang dihasilkan.  Lebih jauh, ia mengungkapkan rencana mempertemukan berbagai duta remaja dan pemuda yang selama ini lahir dari perangkat daerah maupun komunitas di Kota Samarinda.

“Rencana akan diwujudkan melalui sarasehan pemuda dan remaja se-Kota Samarinda yang ditargetkan dapat terlaksana dalam waktu dekat, atau paling lambat tahun depan,” Ucap Deasy.  Selama ini berbagai komunitas dan forum memiliki duta masing-masing, tetapi belum seluruhnya bergerak dalam satu koordinasi dan tujuan bersama.

Padahal, persoalan remaja seperti perundungan (bullying), perkawinan usia anak, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, HIV/AIDS hingga kesehatan mental membutuhkan keterlibatan banyak pihak. "Jangan sampai hanya satu forum atau satu duta yang bergerak. Kita ingin seluruh duta remaja dan pemuda di Samarinda memiliki suara, aksi, dan komitmen yang sama," Ujar Deasy.

Deasy meyakini, gerakan bersama akan membuat pesan-pesan edukasi menjangkau lebih banyak kalangan, mengingat luasnya wilayah Kota Samarinda dan belum meratanya keterlibatan remaja dalam berbagai komunitas.  Untuk itu, DPPKB Samarinda akan kembali berdiskusi dengan pengurus Forum Genre guna menyusun rencana aksi yang lebih terarah.

Ia menekankan, program kerja tidak harus banyak, tetapi harus memiliki sasaran yang jelas, dapat diukur, dan menghasilkan manfaat nyata.

"Kita tidak perlu terlalu banyak membuat rencana aksi atau rencana kerja. Yang penting tepat sasaran, bisa diukur, dan benar-benar membantu menyelesaikan salah satu persoalan penting yang dihadapi remaja, pemuda, maupun anak di Kota Samarinda," ungkapnya.  Di sisi lain, ia mengapresiasi kemandirian Forum Genre yang tetap mampu menjalankan kegiatan meskipun belum mendapatkan dukungan anggaran dari APBD pada tahun ini.  Deasy berharap dukungan tersebut dapat diupayakan pada tahun berikutnya. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda