Dari Pengelolaan Sampah hingga Tapal Batas, Kelurahan Loa Bakung Perkuat Tata Kelola Wilayah

Indra Zakaria • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 18:02 WIB
Lurah Loa Bakung, Yeti Febrianti (dua kiri).
Lurah Loa Bakung, Yeti Febrianti (dua kiri).

SAMARINDA – Membangun lingkungan yang tertata dan nyaman membutuhkan kepedulian masyarakat sekaligus dukungan tata kelola pemerintahan yang baik.  Mulai dari kebiasaan mengelola sampah di lingkungan rumah tangga hingga kepastian administrasi pertanahan, keduanya menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan permukiman yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut terus didorong pemerintah kelurahan Loa Bakung, melalui sejumlah kegiatan sosialisasi yang menyasar peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap persoalan lingkungan maupun administrasi kewilayahan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang berlangsung di Jalan Jakarta, Gang Liberty atau Jalan Swadaya 2 RT 76, Kelurahan Loa Bakung. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, khususnya lingkungan rumah tangga. 

Materi yang disampaikan mencakup penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, sebagai langkah untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Dalam kesempatan itu, Lurah Loa Bakung, Yeti Febrianti, menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada petugas kebersihan, tetapi membutuhkan perubahan kebiasaan yang dimulai dari masing-masing keluarga.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kami ingin masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan. Ungkapnya saat ditemui awak media.

Yeti juga berharap edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari. Dengan menerapkan prinsip 3R, volume sampah yang dibuang dapat ditekan sehingga lingkungan permukiman menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Selain persoalan lingkungan, Yetty juga memberikan perhatian terhadap pentingnya tertib administrasi pertanahan dan kejelasan batas wilayah. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Camat Sungai Kunjang, Lurah Loa Bakung, serta Staf Seksi Pemerintahan Kelurahan Loa Bakung dalam kegiatan Sosialisasi Permohonan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) dan Tapal Batas Wilayah Kelurahan se-Kecamatan Sungai Kunjang yang dilaksanakan di Aula SMAN 14 Samarinda.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah dan pihak terkait mengenai prosedur permohonan IMTN, sekaligus mendorong terwujudnya tertib administrasi pertanahan dan kepastian hukum atas penguasaan tanah. Pembahasan mengenai tapal batas wilayah antarkelurahan juga menjadi perhatian penting. Kejelasan batas administrasi diperlukan untuk meminimalkan potensi kesalahpahaman kewilayahan serta mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. “Administrasi pertanahan harus dipahami dengan baik, baik oleh aparatur pemerintah maupun masyarakat. Kami berharap melalui sosialisasi ini, proses permohonan IMTN dapat dipahami sesuai ketentuan, sementara batas wilayah antarkelurahan juga semakin jelas sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” Pungkasnya. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda