SAMARINDA – Ruang demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian untuk menyampaikan kritik sekaligus kedewasaan dalam membangun dialog. Nilai itulah yang ditekankan Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Samarinda periode 2026–2028, Jumat (6/11/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun menyampaikan mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan demokrasi, mengawal kebijakan publik, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, sikap kritis dan keberanian menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati, termasuk ketika mahasiswa memilih turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan.
"Yang terpenting, sekencang-kencangnya kita di lapangan, jangan pernah menutup ruang dialog. Harus ada ruang komunikasi agar ada titik temu dari aspirasi yang diperjuangkan," Ungkap Andi Harun saat memberi sambutan. Andi Harun menyebutkan pemerintah tidak seharusnya memandang kritik sebagai sesuatu yang perlu dihindari. Sebaliknya, aspirasi mahasiswa harus menjadi bagian dari komunikasi konstruktif antara masyarakat dan pemerintah.
"Yang terpenting, sekencang-kencangnya kita di lapangan, jangan pernah menutup ruang dialog. Harus ada ruang komunikasi agar ada titik temu dari aspirasi yang diperjuangkan," Tegas Andi Harun. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Arutala, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Yosua Laden, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) H. Syaparudin, beserta anggota Hendrik Tandoh, S.H. Hadir pula anggota DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie, Komisioner KPID Kalimantan Timur (Kaltim) Daniel Abadi Sihotang, serta sejumlah tokoh dan senior GMKI Samarinda.
Lebih lanjut, Andi Harun juga mengapresiasi nilai perjuangan GMKI yang berlandaskan tiga medan pelayanan, yakni gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat. Menurutnya, perpaduan nilai spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas serta memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan sekitarnya.
"Perbedaan latar belakang sosial, agama, dan budaya bukan alasan untuk membangun sekat. Justru keberagaman merupakan kekuatan yang harus kita rawat bersama untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis," ujarnya. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap solidaritas organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung, yakni GMKI, PMKRI, HMI, PMII, dan GMNI. Andi Harun berharap kebersamaan tersebut terus dipelihara sebagai kekuatan kolektif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat tanpa menghilangkan identitas dan karakter masing-masing organisasi.
"Persoalan yang diangkat akan lebih didengarkan jika diperjuangkan secara bersama-sama. Terus bangun dan pelihara kekompakan serta kebersamaan ini," pesannya. Orang nomor satu di kota Samarinda itu juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus BPC GMKI Samarinda periode 2026–2028 yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Adriano Marbun, S.H. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin berkembang, mempertahankan tradisi intelektual, serta membangun dinamika internal yang sehat dan demokratis. (adv/diskominfo/smd)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co