Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menembus Batas Cakrawala: Menelusuri Jejak Spiritual Uqba bin Nafi di Pesisir Atlantik

Indra Zakaria • Minggu, 19 April 2026 - 11:00 WIB
Uqba bin Nafi
Uqba bin Nafi

 
Sejarah besar sering kali menyimpan nama-nama ksatria yang keberaniannya melampaui imajinasi zamannya, dan salah satu sosok yang patut dikenang kembali adalah Uqba bin Nafi رضي الله عنه. Meski namanya mungkin tidak sepopuler beberapa sahabat besar lainnya di telinga awam, Uqba adalah sosok legendaris yang memegang rekor sebagai Muslim pertama yang berhasil membawa panji peradaban hingga menyentuh bibir Samudra Atlantik di ujung terjauh Afrika Utara.

Perjalanan yang ditempuh Uqba bukan sekadar misi perluasan wilayah secara geografis, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang digerakkan oleh dedikasi iman yang mendalam. Momen paling menggetarkan dalam catatan sejarah hidupnya terjadi saat ia mencapai garis pantai yang tampak tak berujung. Alih-alih berhenti, ia justru memacu kudanya masuk ke dalam air hingga deburan ombak membasahi kaki kudanya, sebuah simbol bahwa semangatnya tidak akan pernah padam hanya karena menemui ujung daratan.

Di hadapan hamparan samudra yang luas, Uqba mengucapkan sebuah janji yang kemudian abadi dalam catatan sejarah. Dengan suara yang lantang ia berseru bahwa jika laut tersebut tidak menghalanginya, ia akan terus memacu kudanya selamanya demi menegakkan risalah Tuhan dan menghadapi siapapun yang menghalangi jalan dakwah tersebut. Ucapan ini mencerminkan mentalitas seorang pemenang yang menganggap batasan alam bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan sebuah jeda yang tak terelakkan.

Pencapaian Uqba di pesisir Atlantik tersebut menjadi simbol penting bagi penyebaran nilai-nilai Islam di wilayah Maghribi. Ia membuktikan bahwa selama masih ada daratan yang bisa dipijak, semangat untuk memberikan kebermanfaatan dan menyebarkan keyakinan tidak boleh mengenal kata usai. Hingga saat ini, kisah tentang keberaniannya memacu kuda di tengah ombak tetap menjadi sumber inspirasi tentang arti keteguhan prinsip dan pengabdian yang melintasi batas-batas cakrawala dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#islam