Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Foto Ikonik Melawan Maut: Pemuda Resitansi Prancis Ejek Algojo Nazi Sesaat Sebelum Dieksekusi

Redaksi Prokal • Senin, 27 April 2026 | 11:15 WIB
Pejuang perlawanan Prancis saat akan dieksekusi.
Pejuang perlawanan Prancis saat akan dieksekusi.

PRANCIS – Sebuah fragmen sejarah dari April 1942 kembali menjadi perbincangan, mengingatkan dunia akan keberanian luar biasa para pejuang yang menolak tunduk meski di ambang kematian. Jean Quarré, seorang anggota perlawanan (Resitansi) Prancis yang baru berusia 23 tahun, mengabadikan namanya dalam sejarah melalui sebuah gestur pembangkangan yang tak terlupakan.

Dalam sebuah cuplikan yang awalnya dimaksudkan sebagai bagian dari film propaganda fasis, Jean Quarré terlihat berjalan menuju lokasi eksekusi bersama rekan-rekan komunisnya. Namun, alih-alih menunjukkan ketakutan atau keputusasaan, pemuda ini justru menjulurkan lidahnya ke arah kamera milik operator film Jerman yang tengah merekam momen tersebut.

Aksi berani ini dilakukan Quarré tepat di hadapan para algojo Nazi yang akan menembaknya. Gestur menjulurkan lidah tersebut seolah menjadi pesan terakhir bahwa semangat kebebasan tidak akan pernah bisa dibunuh, meski raga mereka segera dimusnahkan.

Jean Quarré dan kelompoknya merupakan bagian dari pergerakan bawah tanah yang aktif melawan pendudukan Jerman di Prancis selama Perang Dunia II. Eksekusi yang terjadi pada April 1942 tersebut ditujukan untuk mematahkan moral rakyat Prancis, namun tindakan Quarré justru mengubah narasi propaganda Nazi menjadi simbol perlawanan yang abadi.

Hingga kini, foto dan cuplikan Jean Quarré tetap menjadi salah satu bukti paling kuat tentang kekuatan mental manusia dalam menghadapi fasisme. Bagi banyak sejarawan, "ejekan" Quarré adalah bukti bahwa di depan moncong senjata sekalipun, martabat dan keberanian seorang pejuang tetap tidak tergoyahkan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#NAZI