Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kambinghitamkan Si Penyihir Putih

izak-Indra Zakaria • Selasa, 14 April 2020 | 12:20 WIB
Unai Emery
Unai Emery

LONDON – Unai Emery sudah ditendang dari Arsenal, 29 Nopember lalu. Tetapi ada cerita menggelitik yang baru diungkapkan oleh mantan pacarnya, Sacha Wright. Terutama yang ada kaitannya dengan perlakuan Emery kepadanya sepanjang dua tahun menjalin hubungan cinta di London.

Bahkan, kepada The Sun, penata rambut berumur 35 tahun itu menyebut dirinyalah yang dituding Emery sebagai penyebab kesialan selama menukangi The Gunners, julukan Arsenal. Ya, hubungan Emery dan Sacha sudah putus sejak September tahun lalu. Atau dua bulan sebelum dia dipecat Arsenal.

’’Kami sengaja bertemu kembali sebelum malam Tahun Baru. Dia malah menyalahkanku atas pemecatannya. Dia bahkan menyebutku sebagai si penyihir berkulit putih yang banyak bikin sial,’’ tutur Sacha yang menjalin kasih dengan pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut beberapa saat setelah menukangi Arsenal, 2018 silam.

Sacha tak menyebut tanggal berapa hubungannya dengan Emery berakhir. ’’Dia berkata: Itu adalah hari saat kami putus, sehingga timku (Arsenal) terus-terusan kalah. Dia berkata bahwa dia sedang stres dan galau setelah perpisahan kami itu,’’ beber Sacha. Sepanjang September, tak sekalipun Emery mengalami kekalahan di semua ajang.

Di Premier League, sebelum dipecat streak winless-nya malah dimulai dari akhir Oktober hingga 23 Nopember, atau sepekan sebelum dia ditendang. Saat itu Pierre-Emerick Aubameyang dkk menelan dua kekalahan dan tiga kali hasil imbang dari lima matchweek beruntun. Sacha juga membeberkan salah satu yang jadi kelemahan Emery.

Yaitu, faktor komunikasi. Faktor itu yang disebut-sebut jadi salah satu penyebab Emery gagal mengendalikan ruang ganti Arsenal. Mantan pelatih Sevilla tersebut cuma bisa komunikasi dengan Bahasa Spanyol. Contohnya, saat Emery berkata “Good Evening” jadi “Good Ebening”. Meski, tactician Manchester City Pep Guardiola menyangkal kalau faktor bahasa yang membuat Arsenal gagal berkembang di tangan kompatriotnya itu.

Setidaknya, pengakuan Sacha bisa jadi penegasnya. ’’Aksennya (Bahasa Spanyol) masih kuat. Dia secara teratur bakal menghentikan percakapan, sehingga dia bisa memeriksa kata-kata di Google Translate lewat gawainya. Bahkan, dia kerap mengguyoniku yang bisa menjadi guru bahasa Inggrisnya,’’ ungkap Sacha. Dia bisa mengetahui kebiasaan Emery tersebut karena sering terjadi ketika keduanya berkencan.

Selama pacaran, Emery menomorduakan dirinya. Yang dilakukan Emery cuma menonton laga-laga sepakbola dan menganalisisnya dari pagi hingga dia mau beranjak ke tempat tidur. ’’Di dalam benakku, awalnya aku merasa Unai sosok lelaki sejati. Membayangkan aku akan memiliki anak dengannya. Tapi, aku sadar, dia belum siap untuk hubungan yang serius,’’ sesalnya.

Uniknya, pemecatan selalu jadi cerita karir melatih Emery pada tahun saat kisah cintanya berantakan. Delapan tahun silam, dia bercerai dengan istrinya Luisa Fernandez setelah hidup jadi suami-istri selama 14 tahun dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Lander Emery Fernandez. Nah, pada tahun itu juga Emery dipecat Spartak Moskow setelah baru duduk sebagai pelatih enam bulan. Juga dipecat pada bulan Nopember setelah menelan kekalahan telak 1-5 saat Derby Moscow melawan Dinamo Moskow. (ren)

 

+++

Editor : izak-Indra Zakaria