Yang ramai diperbincangkan akhirnya menjadi kenyataan. Lionel Messi resmi pindah dari Barcelona, tim yang dia bela sejak usia junior, 21 tahun lalu. Messi menuju pelabuhan terbarunya, Paris Saint-Germain.
Messi dan PSG sudah sepakat untuk mewujudkan salah satu kepindahan terbesar dalam sejarah sepak bola ini. Dari laporan The Athletic, sejak Selasa malam pekan lalu waktu setempat, Messi sudah menjalin kontak dengan PSG.
Dan sejak saat itu, kepastian Messi berlabuh ke PSG terus mengalami perkembangan dan sudah tinggal menunggu waktu untuk diresmikan. PSG tidak mengeluarkan uang untuk menembus Messi dari Barcelona. Namun, Messi memeroleh uang sebesar EUR 25 juta (sekitar Rp 422,090 miliar) untuk ongkos kepindahan dan ikatan kontrak selama dua tahun.
Setiap tahun, Messi juga memeroleh gaji sebesar Rp 422,090 miliar. Selain itu, PSG juga memberikan opsi perpanjangan kontrak satu musim kepada Messi. Agen sekaligus ayah Messi, Jorge mengatakan kepada televisi Spanyol La Sexta TV bahwa anaknya dipastikan akan memperkuat PSG pada musim 2021-2022. Ketika dicegat oleh kru televisi di bandar udara El Prat, Jorge menjawab “Ya”.
Laporan dari Spanyol mengungkapkan bahwa pekan lalu, Barcelona masih terus berupaya untuk mempertahankan Messi. CEO Barcelona Ferran Reverter dilaporkan menjalin kontak dengan tim Messi.
Namun, berdasarkan laporan La Porteria mengutip sumber yang dekat dengan Messi, superstar asal Argentina tersebut menolak tawaran resmi Barcelona. Dia memilih untuk menerima pinangan PSG. Sebelumnya, Barcelona mengonfirmasi bahwa Messi sudah free agent sejak 1 Juli. Kontraknya dengan Barcelona sudah selesai. Dia tidak akan bertahan di Barcelona dengan alasan “Adanya ambatan finansial dan struktural.”
HARAPAN PSG
Siapa yang tak gembira klub kesayangan kedatangan salah seorang pemain terhebat sepanjang masa? Jadi, penyambutan di bandara, pengawalan ketat menuju tempat tes medis, dan kemeriahan di stadion tempat dia diperkenalkan itu euforia fans yang wajar.
Tapi, pertanyaan terbesarnya, mampukah Lionel Messi menghadirkan pesta yang sesungguhnya bagi Paris Saint-Germain pada akhir musim nanti? Pesta yang membuat Qatar Sports Investments rela mengobral uang sejak akuisisi 10 tahun lalu. Yang tak pernah bisa cukup dipuaskan dengan sederet gelar Ligue 1 dan tetek bengek titel turnamen domestik lain.
Pesta sesungguhnya yang diharapkan bisa terjadi di Kota Cinta –sebutan untuk Paris– seiring kedatangan Messi adalah keberhasilan menjuarai Liga Champions.
Bisakah Messi menjadi kepingan puzzle terakhir yang dibutuhkan PSG untuk menjuarai ajang prestisius yang tak pernah bisa mereka menangi kendati sudah punya Neymar dan Kylian Mbappe itu? Apalagi, sebelum Messi, operasi transfer PSG musim ini terbilang sangat bagus.
Pemain Terbaik Euro 2020 Gianluigi Donnarumma, bek yang telah empat kali menjuarai Liga Champions Sergio Ramos, dan gelandang sekaligus kapten timnas Belanda Georginio Wijnaldum bisa direkrut secara gratis. Kebetulan, ambisi serupa diusung Messi. Kali terakhir pemain berjuluk La Pulga alias Si Kutu itu memenangi Liga Champions adalah musim 2014–2015 ketika Neymar masih menemaninya di FC Barcelona (FCB).
Sedangkan capaian terbaik PSG adalah runner-up dua musim lalu. Jadi, bisa dibilang Messi bisa melengkapi Neymar dan juga sebaliknya. ’’Kurasa PSG tempat ideal untuk melakukannya (menjuarai Liga Champions lagi),’’ ucap Messi seperti dilansir L’Equipe. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria