BANDUNG – Manajemen menunjuk pelatih fisik Yaya Sunarya sebagai karteker pelatih Persib Bandung sepeninggal Luis Milla Aspas. Tugas Yaya tentu tidak mudah. Sebab, dia harus bisa menyudahi tren belum pernah menang Maung Bandung –julukan Persib– dalam tiga laga awal Liga 1. Dan, pada pekan keempat Liga 1, Maung Bandung akan bertandang ke Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, untuk berhadapan dengan PSM Makassar (22/7).
Yaya tahu situasinya sulit. Tapi, dia akan berusaha menjalankan tugas dengan baik. ’’Situasi ini bukan hanya sekali saya alami. Ketika musim lalu Robert Rene Alberts tidak ada dan sebelum Milla datang, saya juga memegang tim,’’ ujar Yaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Kemarin adalah hari pertama Yaya memimpin sesi latihan Maung Bandung. Dalam sesi latihan kemarin, Yaya berusaha membangkitkan mental dan semangat juang para pemain. ’’Dalam latihan, kami saling menguatkan. Kami bersikap profesional. Teman-teman juga siap melanjutkan aktivitasnya sebagai pemain profesional,’’ terang Yaya.
Terkait pertandingan melawan PSM, Yaya menilai tidak ada hal yang tidak mungkin dalam sepak bola. Juku Eja –julukan PSM– memang lawan kuat. Tapi, menurut Yaya, bukan berarti PSM tidak bisa dikalahkan. Buktinya, Dewa United sukses mengalahkan Juku Eja di kandangnya pada pekan kedua Liga 1. Kemenangan itu menjadikan Dewa United sebagai tim pertama yang bisa mengalahkan PSM di Stadion Gelora B.J. Habibie.
’’Kami fokus ke pertandingan melawan PSM. Kita bisa sama-sama melihat kualitas sekarang. PSM bisa kalah di rumah sendiri. Persib belum membuahkan hasil di rumah sendiri. Menurut saya, opsi untuk menang ada,’’ tegas Yaya. (fiq/c17/ali)
Editor : izak-Indra Zakaria