DUA kekalahan Manchester United di UCL musim ini tak lepas dari blunder kiper Andre Onana. Ketika kalah 3-4 oleh Bayern Munchen (21/9), Onana tidak lengket dalam menangkap tendangan spekulatif winger Leroy Sane. Itu adalah tendangan ke arah gawang kali pertama yang dilakukan pemain Bayern.
Nah, saat menghadapi Galatasaray kemarin (4/10), Onana kembali blunder, yang mengawali penalti lawan sekaligus kartu merah untuk gelandang bertahan United Casemiro. Operan Onana mengarah ke Dries Mertens yang memaksa Casemiro menjatuhkan second striker Galatasaray tersebut di kotak 16.
Memang eksekusi penalti striker Galatasaray Mauro Icardi melebar. Namun, seiring kalah jumlah pemain dan pertahanan buruk, United kalah oleh gol ketiga lewat tendangan chip Icardi. Hanya tiga menit berselang setelah momen penalti (81’).
Meski lagi-lagi melakukan blunder, tactician United Erik ten Hag masih membela Onana. ”Andre (Onana) mencapai final Liga Champions musim lalu. Kita pun telah melihat kemampuan hebatnya. Dia akan bangkit kembali,” kata Ten Hag tentang kiper berkebangsaan Kamerun tersebut kepada MUTV.
Pembelaan Ten Hag bertentangan dengan suara fans yang meminta Onana diparkir dan memberikan kesempatan kepada Altay Bayindir. Nama terakhir merupakan kiper yang juga baru direkrut musim panas lalu. Sebelum laga melawan Galatasaray pun, banyak fans United yang mengira Bayindir bakal menjalani debut. Selain karena blunder Onana melawan Bayern, Bayindir sebelumnya bermain di Fenerbahce, klub rival Galatasaray di Super Lig Turki.
Pandit Sky Sports Jamie Carragher termasuk yang mendukung Onana diistirahatkan. “Sudah aku katakan, Onana menjalani pekerjaan yang tidak mungkin di United,” ucapnya. Statistik Opta pun mencatat, di antara 28 pemain Premier League yang melakukan minimal 50 kali tendangan jarak jauh (bukan hanya kiper), Onana memiliki akurasi paling buruk (30,5 persen). (ren/c19/dns/jpg/ndy/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria