Ilia Topuria terus menggoreng dirinya agar dinilai pantas untuk bersaing di kelas paling "mengerikan" dan ketat di UFC, yakni kelas ringan (lightweight). Petarung yang baru saja ganti julukan dari El Matador menjadi La Leyenda alias Sang Legenda ini berkhayal setelah mengalahkan Islam Makhachev dia akan bertarung melawan Paddy Pimblett di kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu, Madrid.
Seolah ngatur, petarung keturunan Georgia-Spanyol itu mengatakan, Paddy akan melawan Justin Gaethje. Dan dia melawan Islam. Padahal, kubu Islam sendiri berkali-kali menyatakan tak minat bertarung dengan Ilia.
"Saya akan menempatkan Justin Gaethje melawan Paddy Pimblett dan saya melawan Islam," kata Topuria. "Begitu saya melewatinya, saya mendapatkan gelar. Dan kamu bisa menempatkan saya melawan Paddy," imbuh Topuria.
Lebih jauh dia yakin Paddy akan menang mudah melawan Justin. Ia menyebut Justin tak tahu cara bergulat. "Saya pikir dia (Paddy) akan mengalahkan Gaethje dengan mudah. Dia tidak tahu cara bergulat dan Paddy tahu caranya," ucap Topuria seraya mengatakan gaya tarung Gaethje yang biasa saja.
Topuria bahkan berkhayal bisa melangsungkan pertarungan dengan The Baddy -julukan Paddy Pimblett- di markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu. Menurutnya, pertarungan itu akan berjalan menarik di stadion Pimblett berkapasitas 80.000 kursi tersebut. "Yang lebih membuat saya bersemangat adalah pertarungan dengan Paddy. Jika mereka bisa menggelar pertarungan itu di Spanyol, di Stadion Santiago Bernabeu. "Saya tahu bahwa Dana tidak suka menggelar acara di stadion, tetapi itu adalah satu-satunya stadion di dunia yang atapnya bisa ditutup," pungkasnya.
Paddy Pimblett dan Topuria memang sedang mendapat sorotan di kelas ringan. Utamanya setelah kemenangan Pimblett atas Michael Chandler di UFC 314. Petarung asal Inggris itu kini merangsek ke posisi delapan ranking kelas ringan. Paddy menantang beberapa petarung diatasnya seperti Justin Gaethje, Charles Oliveira, hingga Arman Tsarukyan.(*)
Editor : Indra Zakaria