JAKARTA – Idemitsu Honda Team Asia langsung mengalihkan fokus untuk mengawal kebangkitan pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji, pada putaran keempat Moto2 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol, 27-29 April mendatang. Langkah ini diambil menyusul hasil minor di GP Amerika Serikat yang baru saja usai.
Manajer Tim, Hiroshi Aoyama, menegaskan bahwa jeda kompetisi sebelum menuju daratan Eropa akan dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi besar-besaran. Pihaknya bertekad mengembalikan Mario ke barisan petarung zona poin setelah kegagalan finis di Circuit of the Americas (COTA).
"Secara keseluruhan, akhir pekan ini tidak berjalan seperti yang kami inginkan. Kami harus memahami dengan jelas di bagian mana kami bisa meningkatkan performa," ujar Aoyama melalui keterangan resmi tim, Selasa (31/3/2026).
Aoyama menyoroti bahwa Mario sebenarnya memiliki kecepatan yang kompetitif di Austin. Pembalap berjuluk Superbaus tersebut sempat konsisten bertarung di posisi ke-15 dan berpeluang besar mengamankan poin sebelum insiden jatuh di lap-lap akhir membuyarkan segalanya.
"Sangat disayangkan Mario terjatuh saat sedang berjuang di zona poin. Ini hasil yang mengecewakan setelah akhir pekan yang sulit, namun hasil tersebut belum menggambarkan potensi sebenarnya dari Mario," tambah legenda balap asal Jepang tersebut.
Senada dengan sang manajer, Mario Aji secara ksatria mengakui bahwa insiden di Austin merupakan murni kesalahan teknis dari dirinya. Padahal, ia merasa ritme balapnya—baik sebelum bendera merah (red flag) maupun setelah balapan dimulai kembali (restart)—sudah berada di jalur yang benar.
"Pada akhirnya saya membuat kesalahan dan itu sepenuhnya tanggung jawab saya. Hasil di Austin menjadi pelajaran penting. Sekarang yang terpenting adalah melakukan reset mental dan kembali dengan mentalitas yang lebih kuat di Jerez," tegas Mario.
Pada seri GP Amerika Serikat tersebut, posisi podium dikuasai oleh Senna Agius yang tampil perkasa mengalahkan Celestino Vietti dan Izan Guevara. Sementara itu, rekan setim Mario, Taiyo Furusato, hanya mampu menyentuh garis finis di posisi ke-18. Tim kini menaruh harapan besar pada karakteristik Sirkuit Jerez yang sudah sangat akrab bagi Mario untuk menjadi panggung penebusan dosa. (*)
Editor : Indra Zakaria