Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Joe Rogan Sebut Jiri Prochazka Bak Samurai, Daniel Cormier: Harusnya Dia Lebih Kejam

Indra Zakaria • Senin, 13 April 2026 - 13:00 WIB
Jiri diwawancarai Joe Rogan usai pertarungan.
Jiri diwawancarai Joe Rogan usai pertarungan.

LAS VEGAS – Gaya bertarung unik dan kode etik tinggi Jiri Prochazka kembali menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pakar MMA. Komentator kawakan UFC, Joe Rogan, memberikan pujian setinggi langit atas integritas yang ditunjukkan petarung asal Ceko tersebut di dalam oktagon.

Menurut Rogan, Prochazka bukan sekadar petarung biasa, melainkan sosok yang benar-benar menghidupi filosofi prajurit kuno Jepang. Ia menilai Jiri lebih mengutamakan kemenangan yang murni melalui adu teknik dan kekuatan, ketimbang memanfaatkan kelemahan fisik lawan akibat cedera.

“Jiri benar-benar seperti seorang samurai. Dia tidak ingin menang karena cedera. Dia ingin memberi kesempatan pada lawannya,” ujar Joe Rogan dalam podcast terbarunya.

Baca Juga: Bawa Nama Tuhan, Conor McGregor Tegaskan Perjuangan Patriotisme Melawan Kejahatan Politik

Namun, pendapat berbeda datang dari mantan juara dua divisi UFC, Daniel Cormier. Pria yang akrab disapa DC ini justru menyayangkan sikap "terlalu ksatria" Prochazka yang berujung pada konsekuensi jangka panjang bagi fisiknya.

Cormier menyoroti momen ketika Prochazka berhadapan dengan Khalil Rountree. Saat itu, Rountree mendaratkan oblique kick—tendangan yang mengincar lutut lawan—yang sangat mematikan. DC berpendapat bahwa dalam dunia pertarungan profesional, seorang atlet harus menggunakan segala teknik legal untuk menang, termasuk serangan yang berisiko mencederai lawan.

Baca Juga: Keajaiban di Miami: Carlos Ulberg Rebut Sabuk Juara UFC dengan Satu Kaki Usai KO Brutal Jiri Prochazka

“Kalian tahu oblique kick yang dipukul Khalil Rountree? Kalau saya, saya akan melakukannya. Karena sekarang Jiri harus hidup dengan itu (dampak cedera) seumur hidupnya,” tegas Cormier.

Perdebatan ini memunculkan pertanyaan besar di dunia MMA: apakah seorang petarung harus mempertahankan kode etik "samurai" seperti Prochazka, atau bersikap pragmatis demi kemenangan seperti yang disarankan Cormier?

Bagi para penggemar, Jiri Prochazka tetap menjadi sosok yang ikonik karena nilai-nilai moral yang ia bawa ke dalam arena. Namun, peringatan Cormier menjadi pengingat nyata bahwa di balik kemegahan filosofi tersebut, ada risiko kesehatan yang harus ditanggung oleh sang petarung setelah lampu arena padam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Jiri Prochazka