DUBAI – Rivalitas panas di kelas menengah UFC semakin membara, namun kali ini bukan karena adu jotos di dalam oktagon, melainkan karena pengakuan mengejutkan dari "The Borz", Khamzat Chimaev. Dalam pernyataan terbarunya, Chimaev menyerang kredibilitas Sean Strickland dengan menyebut petarung asal Amerika Serikat tersebut sebagai sosok yang tidak jujur dan hanya mencari sensasi demi materi semata.
Khamzat tidak menahan diri saat mendeskripsikan kepribadian kontroversial Strickland yang sering memicu keributan di media sosial. Ia bahkan secara terang-terangan membandingkan Strickland dengan sosok badut di dalam sebuah sirkus. Menurutnya, segala ocehan liar dan perilaku provokatif yang ditunjukkan Strickland di depan publik hanyalah bagian dari pertunjukan komedi yang tidak memiliki dasar nyali yang nyata.
Sentimen ini diperkuat oleh sebuah klaim menarik mengenai pertemuan pribadi antara kawan-kawan Chimaev dengan Strickland. Khamzat mengungkapkan bahwa saat tidak ada kamera yang menyorot, sikap Strickland berubah drastis seratus delapan puluh derajat. Ketika teman-teman Khamzat mendatangi Strickland untuk mengonfirmasi pernyataan-pernyataan kasarnya, mantan juara kelas menengah itu justru dikabarkan "menciut" dan membela diri dengan alasan bisnis. Strickland secara jujur mengakui kepada mereka bahwa semua penghinaan yang ia lontarkan hanyalah strategi murni untuk mempromosikan pertarungan agar laku keras di pasaran.
Bagi petarung asal Chechnya ini, kode etik dan kejujuran di luar arena adalah hal yang paling utama. Chimaev menegaskan bahwa ia sangat membenci orang-orang yang bersikap palsu hanya demi popularitas kamera. Baginya, integritas seorang petarung seharusnya tetap konsisten baik di depan layar maupun di belakangnya. Ia merasa tidak butuh drama atau kepalsuan seperti yang diperankan oleh Strickland hanya untuk mendapatkan panggung di dunia bela diri campuran.
Kini, pengakuan tersebut membuat tensi antara keduanya diprediksi akan mencapai titik didih. Para penggemar mulai mempertanyakan apakah gaya bicara kasar yang selama ini menjadi ciri khas Strickland memang hanya strategi pemasaran yang dingin. Hingga saat ini, pihak Sean Strickland belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan "drama sirkus" tersebut. Jika UFC akhirnya mempertemukan mereka di dalam sangkar, pertarungan ini dipastikan bukan lagi sekadar urusan bisnis promosi, melainkan sebuah pembuktian harga diri yang sangat personal. (*)
Editor : Indra Zakaria