Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terpuruk Tiga Kekalahan Beruntun, Belal Muhammad Tetap Optimis dan Kirim Pesan Menyentuh: Saya Akan Kembali!

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 08:15 WIB
Belal Muhammad
Belal Muhammad

PROKAL.CO, LAS VEGAS – Mantan penguasa kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC), Belal Muhammad, harus kembali menelan pil pahit dalam lanjutan karier bertarungnya. Petarung berjuluk “Remember the Name” ini dipaksa menyerah lewat keputusan juri mutlak (unanimous decision) setelah didominasi oleh penantang kuat asal Brasil, Gabriel Bonfim, dalam laga utama UFC Vegas 118 yang digelar di Meta Apex, Las Vegas, Nevada, pada Sabtu (6/6/2026).

Hanya berselang beberapa jam setelah kekalahan menyakitkan tersebut, Belal Muhammad langsung menggunakan media sosialnya untuk berbicara kepada para penggemar. Alih-alih terpuruk dan meratapi nasib, petarung Muslim ini justru menunjukkan kebesaran hati serta mentalitas baja yang luar biasa dalam menyikapi hasil minor di oktagon.

“Alhamdulillah untuk segalanya. Terlalu banyak berkah untuk merasa stres. Anda tidak akan menemukan siapa diri Anda yang sebenarnya ketika semua hal berjalan sesuai keinginan Anda, melainkan Anda baru akan menemukannya ketika situasi tidak berpihak kepada Anda. Saya bersyukur atas perjalanan ini, bersyukur atas semua pelajarannya. Saya akan kembali. Terima kasih kepada semua pendukung saya, tim, dan keluarga. Selamat kepada saudara saya atas kemenangan besarnya, kerja kerasnya kini membuahkan hasil dalam jalurnya menuju perebutan gelar juara,” tulis Belal Muhammad dalam pesan emosionalnya.

Kekalahan dari Bonfim ini menempatkan Belal Muhammad pada rekor bertarung 24 kali menang dan 6 kali kalah. Hasil negatif ini sekaligus memperpanjang tren buruknya menjadi tiga kekalahan beruntun, yang merupakan rentetan kekalahan terlama sepanjang karier profesionalnya di dunia seni bela diri campuran (MMA). Sebelum ditumbangkan oleh Bonfim, Belal tercatat kehilangan sabuk juara kelas welter miliknya setelah kalah dari Jack Della Maddalena, yang kemudian disusul dengan kekalahan mutlak dari Ian Machado-Garry di UFC Qatar.

Menginjak usia 37 tahun namun masih mampu bertahan di jajaran papan atas peringkat Top 10, masa depan Belal di divisi kelas welter kini mulai menjadi tanda tanya besar bagi para pengamat. Publik dan promotor mulai berspekulasi apakah Belal kini resmi bergeser peran menjadi “gatekeeper” alias petarung ujian bagi para penantang berperingkat, atau justru UFC akan memanfaatkannya sebagai batu ujian bagi para petarung muda non-peringkat yang tengah naik daun.

Melihat peta persaingan saat ini, sejumlah nama petarung tangguh seperti Mike Malott hingga Yaroslav Amosov dinilai menjadi opsi lawan yang sangat realistis bagi laga comeback Belal Muhammad berikutnya di dalam oktagon UFC.

Kendati masa depannya di atas panggung MMA masih abu-abu, Belal dipastikan tidak akan menganggur lama karena ia sudah mengantongi jadwal pertarungan di disiplin lain dalam waktu dekat. Belal Muhammad dijadwalkan bakal menjadi lawan gulat terakhir bagi mantan petarung legendaris, Ben Askren, saat keduanya bentrok dalam ajang Real American Freestyle (RAF) 11 yang akan bergulir pada 18 Juli 2026 mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria
#belal muhammad