PROKAL.CO- Langkah gemilang pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di panggung Moto3 2026 harus terganjal akhir pekan pahit pada seri Hungaria di Sirkuit Balaton Park. Pembalap andalan Honda Team Asia tersebut gagal membawa pulang poin setelah menyentuh garis finis di posisi ke-16. Hasil minor ini memicu kekecewaan dari sang manajer tim, Hiroshi Aoyama, yang menilai pencapaian tersebut sangat jauh dari ekspektasi dan potensi asli sang pembalap.
Aoyama mengungkapkan bahwa modal awal yang dimiliki pembalap berusia 17 tahun itu sebenarnya sangat menjanjikan untuk bisa bersaing di barisan depan setelah sukses mengamankan posisi start kesembilan. Namun, jalannya balapan berubah total akibat hukuman long lap penalty yang harus dijalani Veda akibat kesalahan pada sesi kualifikasi. Karakteristik Sirkuit Balaton Park yang minim area menyalip membuat dampak hukuman tersebut menjadi berkali-kali lipat lebih merugikan bagi pembalap bernomor motor 9 ini.
"Hari ini bukanlah hasil yang kami harapkan. Veda memulai dari posisi kesembilan tetapi harus menjalani Long Lap Penalty. Di sirkuit seperti Balaton Park hal itu berdampak signifikan pada balapannya. Begitu Anda kehilangan posisi di sini, sangat sulit untuk pulih karena peluang menyalip terbatas," jelas Aoyama yang juga mantan pembalap MotoGP tersebut.
Pada awal laga, Veda sebenarnya sempat memamerkan daya juang impresif dengan langsung merangsek naik ke kelompok lima besar. Namun, momentum emas tersebut seketika runtuh saat ia harus masuk ke jalur penalti dan terlempar ke barisan belakang. Meski sempat berjuang keras merayap kembali hingga sempat menyentuh zona poin, Veda akhirnya kehabisan ritme di lap-lap penentu dan harus finis di luar posisi 15 besar dengan selisih waktu 33,461 detik dari sang juara, Maximo Quiles.
"Long Lap Penalty membuat segalanya sangat sulit karena setelah menjalani penalti tersebut, saya kehilangan kontak dengan kelompok depan dan menghabiskan sebagian besar balapan untuk mencoba merebut kembali posisi yang telah hilang," aku Veda pasrah.
Walau merasa kecewa karena tahu memiliki kecepatan mumpuni untuk bersaing di podium, pembalap asal Indonesia ini memilih berlapang dada dan menganggap kegagalan ini sebagai konsekuensi mutlak yang harus ia pertanggungjawabkan. Kini, fokus Veda dan Honda Team Asia sepenuhnya dialihkan untuk membenahi detail kesalahan kualifikasi agar bisa tampil lebih bersih dan kompetitif pada seri-seri berikutnya. (*)
Editor : Indra Zakaria