PROKAL.CO- Kejutan besar yang terjadi di gelaran bersejarah UFC Freedom 250 tidak hanya mengubah peta persaingan di kelas ringan (lightweight), tetapi juga memanaskan tensi perseteruan di luar oktagon. Juara bertahan kelas welter UFC, Islam Makhachev, langsung melayangkan sindiran menohok kepada rival lamanya, Ilia Topuria, sesaat setelah petarung berpaspor Spanyol-Georgia itu menelan kekalahan perdana dalam karier profesionalnya.
Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, Justin Gaethje tampil luar biasa dan berhasil merebut sabuk juara kelas ringan setelah memberikan performa dominan selama empat ronde melawan Topuria yang sebelumnya tak terkalahkan. Malapetaka bagi Topuria datang di jeda menuju ronde kelima; setelah menerima gempuran bertubi-tubi yang menyisakan kerusakan parah di wajahnya, tim sudut (corner) Topuria memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan dan memberi tahu wasit Marc Goddard bahwa petarung mereka menyerah.
Baca Juga: Gaethje Buka Suara: Ilia Topuria Kehilangan Semangat Setelah Gagal Habisi Saya di Ronde Kedua!
Makhachev, yang memiliki sejarah rivalitas verbal yang panjang dengan Topuria, langsung memanfaatkan momen runtuhnya rekor tak terkalahkan sang rival melalui sebuah unggahan tajam di akun X (Twitter) resminya. "To quit in the biggest fight of your career - is something not everybody can do. Real Le Layenda," tulis Islam Makhachev. (Menyerah di pertarungan terbesar dalam kariermu - adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Sang Legenda Nyata). RealLeLayenda, imoji ketawa.
Baca Juga: Ambisi Tiga Sabuk Alex Pereira Hancur di Gedung Putih, Ciryl Gane Rebut Gelar Interim!
Sindiran ini merupakan pembalasan langsung atas perang urat syaraf yang sempat ditiupkan Topuria sebelumnya. Sebelum naik ring, Topuria kerap sesumbar bahwa gaya bertarung Makhachev membosankan dan mengklaim dirinya akan mampu menghabisi petarung asal Dagestan tersebut jika mereka bertemu di dalam oktagon.Unggahan sinis Makhachev ini seketika memicu reaksi luar biasa dari para penggemar MMA di seluruh dunia.
Sebagian netizen menganggap ejekan tersebut sebagai balasan yang setimpal atas kesombongan Topuria sebelum laga, sementara sebagian pendukung Topuria menuduh Makhachev sengaja mencari alasan untuk menghindari (ducking) tantangan bertarung dengan Topuria di masa depan. Kekalahan TKO ini tidak hanya mencoreng rekor bersih Topuria menjadi 17-1, tetapi juga membuyarkan skenario megaduel lintas divisi antara dirinya dan Islam Makhachev yang sempat digadang-gadang oleh pengamat sebagai salah satu pertarungan terbesar tahun ini. Di sisi lain, Justin Gaethje kini kembali duduk di singgasana tertinggi kelas ringan, membuktikan bahwa kerja keras dan ketangguhannya di oktagon mampu meruntuhkan dominasi petarung muda yang sedang naik daun. (*)
Editor : Indra Zakaria