LAS VEGAS – Conor "The Notorious" McGregor siap kembali ke dalam oktagon setelah absen selama lima tahun. Dalam laga comeback yang sangat dinantikan di UFC 329, petarung asal Irlandia ini dijadwalkan menghadapi Max Holloway di T-Mobile Arena, Las Vegas. Namun, kembalinya McGregor tidak lepas dari badai kontroversi yang menyelimuti kehidupan pribadinya selama setengah dekade terakhir.
Mulai dari masalah hukum, tuduhan kekerasan seksual, skandal perselingkuhan, hingga pengakuan blak-blakan mengenai penyalahgunaan zat adiktif, menjadi rintangan berat yang mengiringi langkahnya. Meski diterpa banyak keraguan, McGregor tampil penuh percaya diri saat berbicara dalam sesi konferensi pers media UFC 329.
"Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada membuktikan bahwa orang lain salah," ujar McGregor. "Orang-how boleh saja punya opini, dan beberapa di antaranya valid. Ada pertanyaan tentang waktu absen, cedera, gaya hidup, dan sebagainya. Saya tahu itu. Tapi mari kita buktikan di dalam sana dan membungkam mereka semua lagi. Bisnis ini sedang melejit, uang terus mengalir. The Mac is back."
Dalam persiapannya menuju UFC 329, McGregor mengakui bahwa dirinya sempat kehilangan arah akibat limpahan uang dan popularitas. Salah satu pemicu utamanya adalah bisnis wiski miliknya yang sangat sukses. Ia mengaku terlalu larut dalam produk yang ia promosikan sendiri hingga mengganggu disiplinnya sebagai atlet top.
McGregor menceritakan bagaimana awalnya ia adalah seorang atlet di puncak performa yang jarang menyentuh alkohol. Namun, situasi berubah drastis ketika ribuan botol wiski mulai memenuhi garasi rumahnya demi tuntutan promosi. Ia merasa terjebak dalam pusaran tersebut dan menganggap masa-masa sulit itu sebagai pelajaran hidup yang diberikan Tuhan kepadanya.
Salah satu sorotan paling tajam dalam sesi tanya jawab adalah mengenai putusan pengadilan sipil yang menyatakannya bersalah atas kasus kekerasan seksual terhadap Nikita Hand pada tahun 2018. Menanggapi hal ini, McGregor dengan tegas bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah.
Ia menegaskan akan terus memperjuangkan nama baiknya dan meyakini bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap. McGregor juga membawa aspek spiritual dalam pernyataannya, dengan mengatakan bahwa ia sangat memercayai proses keadilan berdasar keyakinannya kepada Tuhan dan sangat menantikan hari di mana namanya benar-benar bersih.
Reputasi McGregor di tanah airnya, Irlandia, memang dilaporkan merosot tajam dalam beberapa tahun terakhir. Upayanya untuk maju dalam pemilihan presiden dengan platform anti-imigrasi bahkan kandas karena gagal mendapatkan dukungan yang cukup untuk masuk ke dalam surat suara.
Meskipun menyadari adanya penurunan dukungan dari sebagian masyarakat Irlandia, McGregor menyatakan bahwa fokus utamanya bukan untuk memenangkan hati para pengkritik, melainkan tetap untuk mewakili negaranya. Ia juga sempat melontarkan pandangan kritisnya mengenai situasi perbatasan dan isu sosial yang saat ini sedang terjadi di Irlandia.
Kini, di tengah segala drama luar lapangan yang membayangi, fokus utama McGregor harus segera kembali ke dalam oktagon. Ia mengemban misi besar untuk membalikkan prediksi banyak orang dan mengalahkan Max Holloway yang dikenal sangat aktif dan berbahaya. (*)
Editor : Indra Zakaria