OKLAHOMA CITY — Dricus Du Plessis mengirim pesan darurat ke seluruh divisi middleweight UFC. Setelah kehilangan sabuk juaranya pada Agustus lalu, petarung asal Afrika Selatan itu menandai kebangkitannya dengan performa yang sangat dominan di laga utama UFC Fight Night 281 yang digelar di Paycom Center, Oklahoma City.
Menghadapi mantan penguasa kelas welterweight, Kamaru Usman, Du Plessis tampil kesetanan sepanjang lima ronde penuh untuk mengunci kemenangan angka mutlak (unanimous decision). Usai membantai Usman, petarung berjuluk Stillknocks ini langsung menuntut haknya untuk kembali menantang sabuk juara.
Sebelum laga, Du Plessis sempat berujar bahwa sekadar menang saja tidak akan cukup membawanya kembali ke takhta juara. Ia sadar harus menyajikan performa yang luar biasa untuk meyakinkan pihak UFC, dan misi itu sukses ia tuntaskan.
"Saya pernah bilang kalau kemenangan biasa tidak akan memberi saya laga perebutan sabuk. Tapi sialan, performa seperti malam ini jelas sangat layak mendapatkan title shot," tegas Du Plessis dalam wawancara di dalam oktagon sesaat setelah laga usai.
Dalam sesi konferensi pers pasca-laga, Du Plessis kembali menegaskan bahwa dirinya "100 persen" layak menjadi penantang gelar berikutnya. Ia mengincar sang jawara kelas menengah saat ini, Sean Strickland. Namun, jika UFC memutuskan untuk memberikan kesempatan tersebut kepada Nassourdine Imavov terlebih dahulu, Du Plessis juga mengaku siap melakoni duel ulang melawan Khamzat Chimaev—petarung yang merebut sabuk juara darinya.
Selain menempatkan dirinya kembali di posisi elite kelas 185 pon, kemenangan ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi Du Plessis bahwa kemampuan bertarungnya telah berevolusi jauh, terutama dalam hal ketenangan dan pertahanan bantingan.
"Malam ini saya benar-benar berada di zona nyaman (flow state). Semua yang kami latih keluar begitu saja. Di setiap ronde, saya merasa itu milik saya," jelas Du Plessis. Ia juga mengaku sangat puas bisa memamerkan pertahanan takedown yang kokoh melawan pegulat elite sekelas Usman. Sepanjang laga, Usman hanya mampu menjatuhkannya satu kali, dan itu pun tidak berlangsung lama.
"Rencana permainan berjalan sempurna. Saya senang bisa menunjukkan pertahanan bantingan saya. Jangankan menahan, menjatuhkan saya saja mereka tidak akan bisa lama-lama. Sebenarnya saya punya empat atau lima momen untuk menghabisinya malam ini, tetapi kuncinya adalah menunjukkan ketenangan dan tidak bertarung secara liar," pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co