PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pemuda, Olahraga (Dispora) Kaltim mendorong agar cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser tetap mengutamakan cabang-cabang olahraga (Cabor) prioritas. Meski tuan rumah telah menetapkan jumlah cabor, peluang perubahan masih akan dikomunikasikan bersama KONI dan Panitia Besar (PB) Porprov.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporapar Kaltim, Rasman Rading mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan menentukan jumlah cabor yang dipertandingkan. Namun, memberikan arahan agar cabor yang dipilih memiliki nilai strategis bagi pembinaan atlet menuju ajang yang lebih tinggi.
"Kami dalam kapasitas mengarahkan kepada PB Porprov dan KONI agar cabor yang dipertandingkan benar-benar cabor skala prioritas, terutama yang dipertandingkan di PON, SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade," ucap Rasman saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (30/7/2026).
Ia menegaskan, keputusan tuan rumah tetap harus dihormati karena berkaitan dengan kesiapan penyelenggaraan, terutama dari sisi anggaran dan fasilitas.
"Kita juga tidak boleh mengangkangi keputusan tuan rumah karena mereka memiliki otoritas terkait kesiapan pelaksanaan dan anggaran. Kita tahu kondisi anggaran saat ini memang cukup dilematis bagi semua pihak," katanya.
Rasman mengungkapkan, pemerintah bersama KONI dan PB Porprov masih akan membahas kembali apakah jumlah cabang olahraga tetap 50 atau dapat kembali menjadi 64 seperti rencana awal.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera diselesaikan mengingat proses kualifikasi telah berlangsung untuk 64 cabang olahraga.
"Enam puluh empat cabang olahraga ini sudah menjalani babak kualifikasi. Karena itu, yang dipertandingkan nantinya harus benar-benar proporsional, termasuk nomor tanding yang disesuaikan dengan ketentuan KONI Pusat untuk PON 2028," jelasnya.
Mengingat, pembinaan olahraga berprestasi berawal dari kabupaten dan kota melalui Porprov, sehingga penyelenggaraan ajang tersebut harus tetap mendukung proses pembentukan atlet menuju Pra-PON hingga PON.
Meski demikian, Rasman mengakui dari sisi tuan rumah jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebenarnya telah ditetapkan. Namun, komunikasi lanjutan masih akan dilakukan untuk melihat kemungkinan perubahan.
"Kalau dari sisi tuan rumah sebenarnya sudah final. Makanya kami ingin berkomunikasi lagi, apakah masih bisa goyah atau tidak. Karena itu menjadi kewenangan mereka," imbuhnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co